Selasa, 01 Agustus 2017

Celoteh #1

Pagi adalah waktu yang paling tepat untuk download karena paketnya murah. Saat itu ku buka web biasa, sekedar melihat apakah ada drama baru yang mulai tayang dan hasilnya nihil. Pandangan mata tertuju pada baris ketiga, film “abang” itu. Ah dari dulu juga memang sudah disediakan video untuk film “abang” itu namun masih dalam ukuran yang sangat besar. Memang benar jika selama ini cukup penasaran dengan beberapa adegan yang membuat mata ini panas. Namun rasa keingintahuan itu harus dikurung. Diri ini sungguh tidak ingin kecewa karena jalan ceritanya. Kuota yang dibeli pakai duit, bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan. Harus pandai-pandai menghemat. Hanya karena ingin tahu seperti apa adegan heboh itu, aku tak mungkin harus mengorbankan semuanya buat “abang” haha.
Dalam hati berkata, pasti udah ada nih hardsub untuk film “abang” makanya judulnya kembali muncul di beranda. Di buka, ternyata benar. Aku siap download. Berhasil, selesai. Siangnya, aku mengelus-elus dada setelah nonton. Ah, abang kan terkenal, mengapa harus berpartisipasi dalam film seperti itu. Benar saja, jalan ceritanya tidak berhasil membuatku tertarik. Untung waktu itu berhasil menahan diri hingga ukuran 360p keluar. Bang, bang, cukup sudah, jangan melakukan hal ini untuk kedua kalinya. Malamnya, maksud hati mengecek sub indo program survival baru eh di beranda sub indo film “abang” terpopuler. Pasti yang nonton mirip sepertiku, penasaran dengan film “abang” yang kontroversial.

Sungguh aku ingin kembali melihat abang dalam cerita yang ku sukai. Entah itu fantasi, sekolah, atau dunia hukum. Comeback-nya di drama televisi aja bang, cukup aman. Walau tidak benar-benar aman. Siapa tahu “abang” bisa menemukan pasangan hidup di sana akibat cinlok yang mulai menguasai kehidupan sekitar “abang”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bangkai

Bunga-bunga bangkai Mari hitung per tangkai Tiada hendak menggapai Harum yang tak sampai Bunga-bunga bangkai Tumbuh di sunyi lantai Tak perl...