Jumat, 29 September 2017
Ketika Sang Ibu Bertanya
Lebih Dari Cukup
Kisah yang lebih dari cukup
Ada kalanya membuat gugup
Semangat pun kuncup
Namanya juga hidup
Untung masih bisa menghirup
Dalam ruang lingkup
Cinta yang takkan pernah tertutup
Sepersekian Detik
Hari-hari yang berlalu seperti mimpi
Akankah selamanya begini?
Aku tahu ada batas waktu
Yang akan membawamu
Membawa kita
Ke akhir dunia
Ini hanya sepersekian detik
Dari keseluruhan etik
Yang kau ucap
Sebelum berhasil menatap
Dunia yang penuh gemerlap
Salah Bibit
Sudahkah terbit?
Rasa kasih pada yang tersabit
Oleh kuasa yang menggigit
Laku yang nyelekit
Buat hati tercubit
Inilah hasilnya jika keluar orbit
Gegara salah tanam bibit
Lihatlah saat di audit
Dapatkah bertahan buncit?
Janji
Ketika ku telah berjanji
Akan tidur awal di malam ini
Namun pikiranku tak menghendaki
Padahal hanya malam hari
Waktuku bisa menepi
Dan berlayar ke pulau bahari
Karena di siang hari
Angin terlalu jenuh tuk menghampiri
Dihalau hiruk pikuk tak berarti
Bagi diri
Jangan tanya di mana ketenangan hakiki
Sesungguhnya malam tempatnya berdomisili
Bahagiakah?
Mungkin aku tahu niatmu
Tapi ku rasa ada yang ragu-ragu
Kata-kata yang terlalu bagus itu
Memang membuat cemburu
Benarkah sebahagia itu?
Jika iya rahmat untukmu
Semoga nanti di penghujung kisahmu
Takkan ku temukan situasi terbalik
Yang buat masing-masing berbisik
Tentang kisahmu yang terotak-atik
Karena noda setitik
Rabu, 27 September 2017
Nyamuk
Alangkah terkejutnya aku
Tergeletak sosok yang sering mengganggu
Membujur kaku tanpa membiru
Hitam pekat seperti kopi tanpa susu
Di atas besi yang ku tahu
Sebagai penolong masa depanku
Saat kalimat ini belum berlalu
Ada yang ingin balas dendam padaku
Sungguh aku tidak membunuh temanmu
Aku hanya membunuhmu
Yang mencuri darah di depan mataku.
Selasa, 12 September 2017
Galat
Memang tak ada yang ingat
Bahwa lima telah lewat
Bahkan saat disebut kalimat
Entah kata apa yang melesat
Memang bukan waktu yang tepat
Jika jiwaku ingin dapat selamat
Atau sebuah kue bertingkat
Yang bertabur cokelat
Semoga ku selalu sehat
Tak ada yang menghambat
Hidup pun mendapat rahmat
Begitu pula di akhirat
(Ku sematkan amanat saat pikirku tengah galat)
Anakku Tak Selalu Benar
Minggu, 03 September 2017
Tentu Senang
Tentu senang,
Berkumpul bersama
Bahkan laut di depan sana
Dapat kau seberangi dengan mudahnya
Tentu senang,
Berjalan bersama
Kiri kanan seirama
Kini jarak bukan masalah utama
Tentu senang,
Jutaan mata memandang
Menyambut dengan girang
Wajah yang kembali datang
Kuning
Aku merasa lemas Sulit tuk bernapas Sekitar terasa panas Sungguh merindukan kulkas Aku merasa pusing Sulit tuk keliling Sekitar terasa kunin...
-
Lagi-lagi daku mengantuk Pintu mana bisa diketuk Ingin daku segera masuk Tapi kaki terasa ditusuk Lagi-lagi kantuk menyerang Pintu mana bisa...
-
Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian. Berakit-rakit melulu, Berenang-renang kapan? #457RI *with: as us*
-
Balas dengan senyum Kata yang mengaum Niscaya ketika ranum Laku mirip pendulum Senyum dengan ikhlas Hati yang memanas Niscaya ketika tuntas ...