Kau selalu membuntutiku
Ketika aku hendak makan
Ketika aku hendak minum
Ketika aku kerja
Ketika aku liburan
Ketika aku ke kiri
Ketika aku ke kanan
Ingin sekali aku melepasmu
Teramat inginnya
Niatku memang ada
Tapi selalu saja kembali
Bertemu kamu lagi dan lagi
Kita yang tak terpisahkan
Seperti sepasang bola mata
Kamu memang menyulitkan
Tapi kadang ku butuhkan
Saat datang kejadian tak menyenangkan.
Ku mohon pergilah dariku, lupa.
Senin, 19 Desember 2016
Aku Yang Tak Bisa Lepas Darimu
Rabu, 14 September 2016
Baper
"Masukkan kata sandi" adalah peringatan yang keluar saat ku tekan tombol power handphone android milikku. Ku masukkan empat digit nomor andalanku. Secepat mungkin ku tekan aplikasi browser. Kupilih logo facebook dan mulailah aku masuk ke dalam dunia media sosial itu. Pemberitahuan dari facebook katanya ada kenangan hari ini. Karena penasaran, mulailah aku buka pemberitahuannya. Sampailah pada kenangan sebuah status yang tertulis: terlalu menakutkan melihat kata "kenangan". Ya, status itu dibuat tepat satu tahun yang lalu di saat aku mungkin sedang "baper". Baper adalah keadaan yang sulit untuk diungkapkan, yang ku alami hampir setiap hari haha. Baper, tak semata-mata soal cowok. Banyak hal di dunia ini yang patut untuk kita sedihkan. Misalnya: perjuangan yang tak dianggap. Usaha keras yang sudah kita lakukan, nyatanya bernilai nol besar! Keinginan yang terlalu tinggi sebenarnya tidak begitu buruk, namun menyakitkan bagi orang yang punya keinginan. Memperoleh hasil yang maksimal, sudah barang tentu inilah yang diharapkan oleh semua orang (mungkin). Atau hanya akukah yang berpikir begitu? Untuk meredam rasa sakit hati, ku turunkan standar penilaian. Melatih hati agar memaklumi bahwa mereka tidak akan mendapatkan hasil maksimal. Lagi-lagi harus kecewa saat standar yang telah diturunkan itu masih saja tidak tercapai. Beban moral. Hati dan pikiran ingin melakukan yang terbaik namun tetap saja diri merasa ada yang salah. Diri yang cukup tahu kelemahan yang dimiliki, tentu saja bersedih. Sebuah kata "profesional" ingin sekali dicapai. Sekedar penyemangat diri untuk mengarungi dunia ini. Namun kacamata orang lain ternyata sama saja seperti aku menilai diriku. Kecewa? Jelas. Gak ada yang memujiku sudah melakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Walau inilah kemampuan optimal yang ku punya. Bukan hanya sekali merenung untuk memperbaiki. Usaha yang dilakukan juga tidak sedikit. Namun tetap saja kembali, karena pada dasarnya sifat itu ya begini. Inilah aku! Aku yang tumbuh dengan kasih sayang yang penuh, pendidikan moral tinggi, dan berada di posisi kelahiran seperti inilah yang mempengaruhiku. Aku tak terbiasa marah-marah karena tidak ada yang bisa aku marahi. Aku terbiasa mendapat perintah, bukan memerintah. Aku terbiasa marah dalam diam seperti aku mencinta dalam diam. Tolong..
Senin, 05 September 2016
응, 스물 네살!
너와 나 이십시 시간, isipsa, isipsa, isipsa.. 매일 매일 teringat terus dengan 그 가사. Entah ketularan penyakit apa. Padahal waktu Produce 101 penilaian konsep paling suka sama lagu 같은 곳에서. Mungkin karena sebentar lagi isipsa, wkwk.
Seperti biasa, aku masih bersama dengan pemikiran bahagia tentang drama korea. Bagiku itu sebuah kekuatan luar biasa untuk menghilangkan rasa jenuh di dunia (waduh, ngeri...). Jangan salah sangka dulu, drama korea bukanlah penghilang rasa sakit yang utama. Tetap saja yang utama itu adalah dengan mengingat Allah, melakukan segala perintahnya (red: sholat, ngaji, ngapal surah-surah). Melalui artikel ini, hanya ingin menyampaikan hal-hal menarik tentang “dunia”. BWAHAHAAA.. Tentu dari sudut pandang lain biar tidak kaku.
Omo, waktu terus saja berlalu meninggalkan banyak sekali kenangan. Entah sudah berapa banyak oksigen yang habis untuk sampai pada hari ini. 드디어,오늘은 내 생일축하합니다! 행복해야해요? Yes, of course. Just do like this and you will get some reason for your life.
오늘은 너무 이야기 있어요. Terima banyak sekali ucapan. “Membaca ucapan itu mengingatkanku akan artinya umur tua, bentar lagi jadi ahjumma” (nyanyi ala-ala anak Sule, Kesempurnaan Cinta). Selama obrolan BBM tersebut, aku langsung ingat kalo tahun depan umurku akan menjadi 25 tahun. 어떡해?
Ada lagi yang mengingatkan tentang “jodoh”. Spesies langka yang sulit sekali ditemukan.. haha.
Ada juga yang bilang “stay young”. But, I answer like this.. “I hope so, well but.. Usia tak pernah bohong”
Kenyataan yang baru ku sadari hari ini adalah betapa banyak nama panggilanku. Sesepuh, unnie, noona, ahjumma, unyuk.. weleh weleh weleh.
Ada satu kebaikan yang aku lakukan pada hari ulang tahunku ini. Aku mengingatkan kepada temanku agar segera memberitahu adeknya yang masuk kampus kami agar berhati-hati dengan 귀여운누나 (kakak manis, cute sister). 나처럼 (seperti aku, like me).. ㅋㅋㅋㅋ
Rabu, 24 Agustus 2016
가자!
Sama seperti Hyeri di Cinderella and The Four Knights yang ingin Eun Ha Won tidak lagi berada di samping Kang Hyun Min, keinginanku sungguh tidak banyak. Harapanku adalah hidup bahagia dunia akhirat. Bahagia duniaku juga tidak begitu banyak syarat. Cukup bisa memiliki apa yang diinginkan. Jauh dari musuh yang menjengkelkan. Tidak ditekan oleh masalah berat. Berat itu maksudnya keadaan yang sangat menjengkelkan di tempat kerja. Perasaan tidak nyaman bekerja karena lingkungan adalah definisi masalah yang berat menurutku. Ditekan secara mental dan emosional. Keadaan dimana diri rasanya malas untuk tersenyum. Malas untuk berkata-kata. Hanya bisa tersenyum kecut ketika situasinya penuh candaan. Tiap orang punya batasan dirinya masing-masing. Punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada hal yang berbeda antara satu yang lainnya. Ada yang menganggap masih di dalam batas yang wajar, ada juga yang menganggapnya sudah kurang ajar. Aku, kadang tidak seperti orang normal pada umumnya. Dengan usaha yang keras, aku membuat diriku terlihat normal hanya untuk dilihat sebagai manusia. Batasan yang kumiliki lebih banyak berbeda daripada orang lain. Aku hanya membenci sesuatu yang membuatku ingat pada kenyataan yang buruk. Aku sudah berusaha keras untuk melupakan semuanya. Berusaha jalan terus agar bisa bertahan hidup lebih lama di dunia. Saking kerasnya usahaku, aku bahkan melupakan hal-hal penting. Jadi sering sekali aku dicap sebagai seorang yang pelupa. Padahal, itu merupakan benteng yang ku buat untuk diriku sendiri agar menjauh dari kenyataan-kenyataan buruk. Terlalu bahaya bagiku ketika ingat betapa membosankan hidup ini. Sebagai orang yang beriman, tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu. Menunggu hingga tiba saatnya. Hanya takut tiba-tiba setan lewat dan bilang "mari". Ah, menakutkan.. Aku sangat membenci ketidakmampuanku. Dan orang-orang yang mengingatkanku akan hal itu..
Kamis, 14 Juli 2016
Karena Kenangan Tak Bisa Dibeli..
Langkah masih berada pada rute yang sama namun pandangan terfokus pada lemari kaca tempat menaruh kue-kue lebaran. Pandangan tertuju pada bagian atas lemari. Terlihat benda persegi panjang berwarna kuning (baca:flaskdisk) yang ku ketahui adalah milik ayah. Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, akhirnya memutuskan untuk membuka laptop dan melihat file file yang tersimpan di folder folder yang lumayan banyak. Tibalah pada sebuah folder yang bernama "image". Ada banyak folder di dalamnya. Ternyata itu adalah kumpulan foto dari memori hape merek Nokia N73 milik ibu saya dulu. Entah kapan saya memindahkan file tersebut ke flashdisk. Yang saya ingat hanya sepeninggal ibu, hape diberikan kepada abang saya dan sekarang hapenya udah tidak ada. Lupa apakah mati, atau hapenya yang dicuri. Ngomong-ngomong tentang barang-barang yang dicuri, saya jadi ingat kasus-kasus pencurian yang melibatkan "file". Kita ambil contoh barang yang hilang itu adalah hape. Saat barang hilang, tentu kita sedih mengingat perjuangan kita untuk mendapatkan barang tersebut. Walaupun kita yang barangnya hilang tersebut punya kemampuan untuk membeli yang baru, persis, atau lebih mahal dari barang yang sebelumnya. Tapi tahukah anda wahai pencuri, ada hal yang sangat menyakitkan dari insiden kehilangan barang tersebut. Mungkin bagi anda si pencuri, anda berpikir hanya mengambil benda tapi tahukah bahwa anda juga telah menghapus kenangan mereka. Masa-masa yang takkan pernah mereka bisa dapatkan kembali.. Bahkan saat mereka tidur di lumbung emas.
Rabu, 16 Maret 2016
Orang Jahat Itu
Orang jahat itu.. mungkin lupa kalau mereka pernah muda. Tiada setitik kejahatan yang lupa ia lakukan. Orang jahat itu,, mungkin lupa kalau orang lain bisa saja seperti mereka. Mengendap ngendap mencari celah. Orang jahat itu,, mungkin lupa kalau orang lain bisa saja berbeda dengan mereka. Berusaha tak terlihat. Bahkan tak satupun laku yang dimengerti. Cobalah untuk mengerti,,
Rasa
Apakah kebanyakan garam Atau terlalu asam Mungkin sudah malam Aku kurang paham Apakah terlalu asin Atau kebanyakan micin Mungkin terlalu lic...
-
Suatu ketika, saat waktumu terbagi dua, ada bisikan yang bisa jadi adalah janji. Di antara siang dan malam, hidupmu akan ditentukan. Kamu p...
-
Abu-abu bukan hitam Menunggu sampai malam Apa dayaku hingga tenggelam Menyatu dengan alam Abu-abu bukan putih Menunggu sampai letih Apa daya...
-
Assalamualaikum Sebenarnya sudah lama saya ingin mencari informasi tentang ini, namun belum menemukan waktu yang tepat. Banyak aktivitas me...