Senin, 11 Mei 2026

Gemetar

Tak bisa dipegang
Gemetar bukan kepalang
Apakah sedang perang
Tanyaku tanpa memandang

Terlalu gemetar
Tak mungkin didengar
Isak yang keluar
Hanya mampu di kamar

Tak bertenaga
Segenap jiwa dan raga
Takkan sanggup di muka
Pasti tampak ceria

Sabtu, 09 Mei 2026

Kata

Yang menghilang tanpa kata
Apa mengira dunia buta
Entah apa yang dipunya
Hingga patut diam saja

Yang menghilang tanpa pamit
Apa mengira dunia sakit
Entah apa yang di langit
Hingga patut naik bukit

Yang menghilang tanpa sebab
Apa mengira dunia lembab
Entah apa yang dikirab
Hingga patut tak menjawab

Rabu, 06 Mei 2026

Khayal

Mari bermain kata
Lima huruf saja
Sebuah kata kerja
Impian jompo muda

Bukan pula malas
Bisa jadi pantas
Pikir tadi lintas
Hingga lalu lantas

Ada dua vokal
Cukup bagi berakal
Tak perlu sinyal
Tapi cuma khayal

Mirip

Mirip bunga matahari
Tawanya pecah sekali
Hampir sulit berhenti
Upaya mewarnai hari

Memang mirip bunga
Ucapku sambil tertawa
Jelaskan dengan kata
Agar paham makna

Ini memang mirip
Tunjukku sambil berkedip
Tirukan laku kerlip
Seratus persen mengutip

Muslihat

Tangis yang dibuat
Oleh langkah tak cermat
Haruskah ikut terlibat
Bisa jadi itu muslihat

Tangis yang keluar
Oleh laku tak sabar
Haruskah menilai wajar
Bisa jadi belum sadar

Tangis yang jatuh
Oleh laku tak bertumbuh
Haruskah ikut tersentuh
Bisa jadi merusak tubuh

Selangkah

Dia mulai berpolitik
Agar dapat kursi cantik
Ini sungguh menggelitik
Apa daya daku itik

Dia mulai tampak di muka
Agar sama dengan mereka
Ini sungguh mengunggah tawa
Apa daya daku hampa

Dia mulai membuat kisah
Agar lebih dekat selangkah
Ini sungguh terlihat indah
Apa daya daku kalah

Selasa, 05 Mei 2026

Jalur

Dia pindah jalur
Karena gagal telusur
Kami menunda tidur
Agar kembali teratur

Kami terus berupaya
Agar kembali semula
Walau habiskan masa
Esok bisa ceria

Kami tetap menunggu
Walau tidur terganggu
Yakin hasilkan maju
Lebih dari perunggu

Galat

Masih mencari celah
Akibat suatu berubah
Tanda masih merah
Perlu banyak berbenah

Masih mencari lubang
Akibat suatu bergoyang
Tanda masih silang
Perlu banyak rancang

Masih mencari galat
Akibat suatu alat
Tanda masih cacat
Perlu banyak ralat

Senin, 04 Mei 2026

Rutin

Melihat suatu arah
Tampak begitu merah
Ini membuat gerah
Pikirku tak lumrah

Melihat arah depan
Tampak beda tampilan
Ini menarik kesimpulan
Pikirku tak berkesudahan

Melihat depan cermin
Tampak begitu lain
Ini mengusik batin
Pikirku periksa rutin

Pugar

Bagaimana bisa bertumbuh
Terlalu banyak mengaduh
Tampak begitu rapuh
Sekeliling menjadi gaduh

Bagaimana bisa belajar
Menolak suatu standar
Tampak kehilangan binar
Sekeliling perlu dipugar

Bagaimana bisa dibina
Menolak suatu rencana
Tampak kehilangan masa
Sekeliling tak berguna

Minggu, 03 Mei 2026

Jelas

Sebenarnya ada rencana
Tapi lelah menyapa
Padahal luar biasa
Pasti akan berguna

Sebenarnya ada lelah
Tapi tugas minta diunggah
Padahal tak mudah
Pasti akan berbuah

Sebenarnya ada tugas
Tapi begitu malas
Padahal sungguh jelas
Pasti akan terbalas

Jumat, 01 Mei 2026

Gagap

Aku tak bisa tidur
Yang lain telah mendengkur
Sudah ku coba atur
Masih saja mundur

Saat aku terlelap
Yang lain telah siap
Sudah ku coba terap
Masih saja gagap

Aku kini tertinggal
Yang lain kemas sandal
Sudah ku coba ganjal
Masih saja gagal

Besar

Aku kembali melukis
Wajah-wajah nan manis
Walau tersisa tangis
Dalam dunia dinamis

Aku kembali menggambar
Wajah-wajah nan “lawar”
Walau tangis keluar
Dalam dunia besar

Aku kembali membuat
Wajah-wajah nan memikat
Walau rindu pekat
Dalam dunia hebat

Kamis, 30 April 2026

Lapuk

Duduk di atas jerami
Aku tak butuh temali
Kan ku ikat sendiri
Sesuai irama hati

Duduk di daun kering
Aku tak bisa berbaring
Kan ku patahkan ranting
Sesuai lagu berdering

Duduk tepat di pucuk
Aku jadi mengantuk
Kan ku buat bentuk
Sesuai serpihan lapuk

Melepuh

Peluk aku dari jauh
Rasanya kini melepuh
Memang sudah runtuh
Ini harus ditempuh

Peluk aku seakan dekat
Rasanya kini menyengat
Memang sudah kiamat
Ini harus dikutat

Peluk aku dalam mimpi
Rasanya kini sunyi
Memang sudah berhenti
Ini harus dijalani

Rebah

Rasa kembali luntur
Seakan masanya mundur
Kini tak lagi teratur
Ingin segera tidur

Rasa kembali sirna
Seakan masanya jeda
Kini tak lagi bernada
Ingin segera reda

Rasa kembali patah
Seakan masa menyerah
Kini tak lagi gagah
Ingin segera rebah

Terik

Aku tahu kapan turun
Hingga harus bermandikan embun
Agar semua tetap bangun
Tak perlu ikut dituntun

Aku tahu kapan naik
Hingga harus berselimut terik
Agar semua tetap baik
Tak perlu sampai menukik

Aku tahu kapan sedang
Hingga harus berteman pedang
Agar semua tetap tenang
Tak perlu sampai mengulang

Sabtu, 25 April 2026

Sebaris

Mengapa bisa habis
Sedari tadi tetap optimis
Tenaga begitu menipis
Mungkin tinggal sebaris

Ada apakah ini
Lunglai sekali jemari
Rasanya asupan terpenuhi
Siap menjalani hari

Apakah masih bisa
Bergerak penuh tenaga
Rasanya rupa-rupa
Tugasku tertunda

Kamis, 23 April 2026

Pohon

Pohon muda pohon ketiga
Besar kecil sesuai rasa
Apabila suka semua
Tampak indah di mata

Pohon muda di dekat sungai
Besar kecil sesuai perangai
Apabila suka merangkai
Tampak indah terasa damai

Pohon muda di dekat sawah
Besar kecil sesuai perintah
Apabila suka tanah
Tampak indah penuh berkah

Lebur

Lagi-lagi daku mengantuk
Pintu mana bisa diketuk
Ingin daku segera masuk
Tapi kaki terasa ditusuk

Lagi-lagi kantuk menyerang
Pintu mana bisa didatang
Ingin daku segera pulang
Tapi langkah terasa mengambang

Lagi-lagi daku tertidur
Pintu mana bisa diundur
Ingin daku segera lebur
Tapi semua telah diatur

Rabu, 22 April 2026

Andil

Apakah benar adil
Semua tak ikut andil
Hanya sebagian kecil
Sungguh mengganggu moril

Apa benar rata
Semua tak ikut menata
Hanya satu atau dua
Sungguh mengganggu rasa

Apa yang didapat
Sebagian selalu berkutat
Mari mulai merapat
Lihatlah lebih dekat

Selasa, 21 April 2026

Timpang

Bukan tampak sepasang
Buat pikir menyerang
Apakah terlihat usang
Hingga sebelah menyimpang

Bukan tampak menyatu
Buat pikir beradu
Apakah terlihat abu
Hingga sebelah menyaru

Bukan tampak sejalan
Buat pikir seharian
Apakah terlihat ketimpangan
Hingga seperti sendirian

Sabtu, 18 April 2026

Bagaimana

Kini tak bersisa
Daku punya tenaga
Bagaimana esok ku tata
Hanya niat yang berkuasa

Tenagaku telah habis
Harusnya esok begitu manis
Niat yang berlapis
Akankah tetap optimis

Kini habis sudah
Daku menjadi resah
Niat yang membuncah
Akankah berakhir indah

Selasa, 14 April 2026

Terka

Entah siapa dahulu
Tiada satu pun tahu
Jika dia menjadi satu
Apa akan dilaku

Entah siapa cepat
Tiada satu pun mencatat
Jika dia menjadi hebat
Apa akan disurat

Entah siapa segera
Tiada satu pun menerka
Jika dia menjadi raja
Apa akan dipinta

Selasa, 31 Maret 2026

Tumbang

Seketika daku tumbang
Padahal siap perang
Senjata kini terpasang
Ragu pun telah dibuang

Seketika daku lemas
Padahal sudah berkemas
Senjata tak ingin dilepas
Ragu pun telah dikuras

Seketika daku sakit
Padahal tengah dirakit
Senjata yang rumit
Ragu harusnya pamit

Sabtu, 28 Maret 2026

Untuk Apa

Dia tanya untuk apa
Mungkin sudah tiada rasa
Tak perlu ku bercerita
Semua ada di depan mata

Dia enggan mendekat
Mungkin tiada rasa lekat
Tak perlu kata pemikat
Lihatlah dengan cermat

Dia rasa enggan
Mungkin tiada perasaan
Tak perlu kata bayangkan
Lihatlah semua keadaan

Jumat, 27 Februari 2026

12D

Dia, kucing jalanan
Datang meminta makan
Dengan begitu perlahan
Diam saat berjalan

Dia, burung gereja
Datang di saat senja
Demikian hingga lusa
Dengan riuh tawa

Dia, semut kecil
Datang tanpa dipanggil
Dahulu sangat usil
Daku sungguh terampil

Minggu, 15 Februari 2026

Bangkai

Bunga-bunga bangkai
Mari hitung per tangkai
Tiada hendak menggapai
Harum yang tak sampai

Bunga-bunga bangkai
Tumbuh di sunyi lantai
Tak perlu tinggi menjulai
Cukup jujur berurai

Bunga-bunga bangkai
Kini telah usai
Indah tak selalu ramai
Sunyi pun punya nilai

Jumat, 13 Februari 2026

Batu

Jangan jadi batu
Jangan pula jadi benalu
Tetaplah di situ
Menjadi kupu-kupu

Jangan jadi layu
Meski angin mengganggu
Terbanglah selalu
Meski sayapmu semu

Jangan jadi abu
Yang hilang tak tentu
Hiduplah merdu
Meski dunia membisu

Selasa, 27 Januari 2026

Pekat

Entah apa yang dia ciptakan
Apakah bola-bola penyesalan?
Rasanya ingin mengurutkan
Apa daya beda tujuan

Entah apa yang dia lukis
Apakah titik-titik tangis?
Rasanya ingin mengemis
Apa daya beda garis

Entah apa yang dia buat
Apakah butiran pekat?
Rasanya ingin menjabat
Apa daya beda niat

Kamis, 08 Januari 2026

Ruang

Berbunyi tiada henti
Bisa jadi sampai pagi
Apabila berganti hari
Sanggupkah tuk menepi

Berbunyi tanpa jeda
Bisa jadi sampai lusa
Apabila berganti masa
Sanggupkah tuk terjaga

Berbunyi tanpa berselang
Bisa jadi sampai mendatang
Apabila berganti ruang
Sanggupkah tuk tenang

Alas

Dua ribu tiga belas
Tiada satu pun berbelas
Padahal sungguh membekas
Kaki tanpa alas

Suatu hari di februari
Tiada satu pun berdiri
Padahal terik mentari
Kaki hendak berlari

Pagi hari yang cerah
Tiada satu pun berbalik arah
Padahal hendak dipapah
Kaki pun pasrah

Catat

Aku enggan mencatat
Berapa kali berangkat
Hingga detak meningkat
Ini telah tersurat

Aku enggan menulis
Berapa kali teriris
Hingga rasa menipis
Ini telah tergaris

Aku enggan mendata
Berapa kali tersita
Hingga dengan tanpa
Ini telah terbaca

Selasa, 06 Januari 2026

Asyiknya

Perlahan menghilang
Yang dulunya terang
Seakan tiada penghalang
Asyiknya berjuang

Perlahan redup
Yang dulunya cukup
Seakan tiada sanggup
Asyiknya hidup

Perlahan sirna
Yang dulunya bergema
Seakan tiada daya
Asyiknya dunia

Titik Temu

Terus melaju
Bisakah dia menunggu
Adakah titik temu
Agar tiada haru

Terus berjalan
Bisakah dia perlahan
Adakah titik harapan
Agar tiada kesulitan

Terus menapak
Bisakah dia berjarak
Adakah titik bijak
Agar tiada retak

Senin, 05 Januari 2026

Katiga

Kota kata kita
Penuh indah rupa
Kita ikut lupa
Satu atau dua

Kata kota kita
Pikir dengan logika
Jika telah menua
Takkan laku biasa

Kita kata kota
Jauh dari drama
Puji tak mengudara
Laku tetap berdaya

Terpapar

Terpapar sinar kata
Mendadak haus muka
Jari sibuk berdansa
Pena sudah tua

Terpapar bisik halus
Mendadak muka lumus
Kata terlanjur berhembus
Pena telat bagus

Terpapar gelap pikir
Mendadak lapar mampir
Rasa mulai terukir
Pena bak musafir

Palung

Tak pernah dikira
Menembus layar kaca
Buat sebuah makna
Ternyata bisa ganda

Tak pernah dihitung
Menembus palung
Buat sebuah ujung
Ternyata bisa gantung

Tak pernah ditakar
Menembus dasar
Buat sebuah cakar
Ternyata bisa putar

Surga

Surga begitu jauh
Terasa kini melepuh
Sistem tak lagi utuh
Semua seakan runtuh

Surga tidak dekat
Terasa kini hangat
Sistem tak lagi kuat
Semua seakan kiamat

Surga itu di mana
Terasa kini terpana
Sistem tak lagi guna
Semua seakan sirna

Gemetar

Tak bisa dipegang Gemetar bukan kepalang Apakah sedang perang Tanyaku tanpa memandang Terlalu gemetar Tak mungkin didengar Isak yang keluar ...