Bukan hanya sekali seperti ini. Tiada angin, tiada hujan. Sebenarnya ada angin, tapi tak dirasakan. Sudah terlanjur masuk ke sanubari, pikirku. Gelak tawa yang tiada artinya, dalam hati siapa bisa menerka? Pucuk dicinta ulam pun tiba, pucuknya entah ke mana-mana. Hari ini yang begitu disuka, akan diganti esok menyapa. Ah, dunia mulai tua... Aku juga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tumbang
Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...
-
Tepatnya hari Jumat, seusai mendownload dan menonton drama Korea yang sedang ongoing, aku berpikir keras untuk melakukan hal yang tidak bia...
-
Tampak dari muka Senyum tak pernah alpa Kiri kanan disapa Bahagianya dia Tampak dari jauh Senyum selalu penuh Kiri kanan gaduh Bahagianya se...
-
Adikku pernah membisikkan Kata singkat mematikan Hanya untuk membangunkan Kakaknya di pagi liburan Adikku pernah bersuara Cuma satu kata Ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar