Jumat, 30 Maret 2018

Akankah Hari Esok Lebih Baik?

Bukan hanya sekali seperti ini. Tiada angin, tiada hujan. Sebenarnya ada angin, tapi tak dirasakan. Sudah terlanjur masuk ke sanubari, pikirku. Gelak tawa yang tiada artinya, dalam hati siapa bisa menerka? Pucuk dicinta ulam pun tiba, pucuknya entah ke mana-mana. Hari ini yang begitu disuka, akan diganti esok menyapa. Ah, dunia mulai tua... Aku juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tumbang

Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...