Minggu, 27 Mei 2018

Malam Pun Tak Sendiri


Menari-nari, sudah biasa begini. Namanya juga olahraga, senam jari. Aku yang terlalu sibuk dengan deadline, harus terpaksa online. Berselancar hanya untuk memancing ide keluar. Siang hari memang cerah, namun begitu gerah. Ide bersembunyi dibalik mimpi-mimpi. Tetapkan pikiran ‘tuk ditemani rembulan. Keheningan malam ‘kan memanggil ide yang terpendam. Ku kira malam ‘kan sendiri, ternyata tidak. Terdengar tetesan begitu besar, mata pun berbinar. Rahmat-Mu keluar.

1 komentar:

Bahu

Orangnya itu-itu saja Tiada yang menyangka Rasa terbelah dua Jiwa dan raga Orangnya itu terus Tiada yang mengurus Rasa perlahan tergerus Sem...