Perjalanan masih jauh,
Jangan sekali kali mengeluh,
Walau beribu peluh,
Setia dampingi tubuh.
Perjalanan masih panjang,
Jangan sekali kali meradang,
Walau beribu rintang,
Setia dampingi pandang.
Perjalanan baru setitik,
Jangan sekali kali terusik,
Walau beribu pelik,
Setia dampingi bisik.
Perjalanan belum berakhir,
Jangan sekali kali mangkir,
Walau beribu cibir,
Setia dampingi setir.
Jumat, 08 Februari 2019
PJWS
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bahu
Orangnya itu-itu saja Tiada yang menyangka Rasa terbelah dua Jiwa dan raga Orangnya itu terus Tiada yang mengurus Rasa perlahan tergerus Sem...
-
Lagi-lagi daku mengantuk Pintu mana bisa diketuk Ingin daku segera masuk Tapi kaki terasa ditusuk Lagi-lagi kantuk menyerang Pintu mana bisa...
-
Mungkin sepanjang hidupnya lelah Di matamu semua tak indah Ingin ku mengurai kisah Tapi tiada yang mengatur langkah Mungkin sepanjang hidupn...
-
Balas dengan senyum Kata yang mengaum Niscaya ketika ranum Laku mirip pendulum Senyum dengan ikhlas Hati yang memanas Niscaya ketika tuntas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar