Kita yang di persimpangan,
Takut melewati pagar pembatas,
Salah arah dan tersesat,
Ketika kembali tak berarti,
Maju rasa tersakiti.
Kita yang memilih kanan,
Rasanya ingin berbelok menahan,
Pikiran-pikiran kelam tanpa arahan,
Serasa salah pilihan.
Kita yang tetap berdiri,
Di depan persimpangan sejati,
Adalah kemunduran tersembunyi.
Kamis, 21 Maret 2019
Persimpangan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bahu
Orangnya itu-itu saja Tiada yang menyangka Rasa terbelah dua Jiwa dan raga Orangnya itu terus Tiada yang mengurus Rasa perlahan tergerus Sem...
-
Lagi-lagi daku mengantuk Pintu mana bisa diketuk Ingin daku segera masuk Tapi kaki terasa ditusuk Lagi-lagi kantuk menyerang Pintu mana bisa...
-
Mungkin sepanjang hidupnya lelah Di matamu semua tak indah Ingin ku mengurai kisah Tapi tiada yang mengatur langkah Mungkin sepanjang hidupn...
-
Balas dengan senyum Kata yang mengaum Niscaya ketika ranum Laku mirip pendulum Senyum dengan ikhlas Hati yang memanas Niscaya ketika tuntas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar