Jumat, 19 April 2019

Friendster, Path, BBM

Satu per satu mereka pergi.

Ingat saat dulu masih putih biru.
Layar kecil dengan tombol yang menonjol.
Mewarnai cerita saat itu.
Kita berkisah tentang sebuah jejaring.
Yang jarang digunakan sekeliling.
Berkumpul melihat cerita dunia.
Bercerita bagaimana konsep pertemanan.
Tambah menambah.
Bahkan ketika dia mengundurkan diri dari dunia, aku masih belum terbiasa.

Cerita lain di tengah perjalanan.
Kita terbiasa membagikan.
Momen yang tak seharusnya terlewatkan.
Visual penjaga kenangan.
Sungguh keren.
Bahkan dia dapat memberitahukan.
Nada mana yang cocok dialunkan.
Sesuai situasi berjalan.
Tempat mana yang jadi persinggahan.
Film mana yang disaksikan
Waktu tidur yang diberitahukan
Bangun pun sama dilakukan
Namun dia juga undur diri
Karena jumlah tak lagi dimiliki

Kini terjadi lagi
Cerita sama seperti tadi
Pada hitam berbintik
Yang dulu sempat trending topik
Dulu begitu khas deringnya
Membuat ingin memilikinya
Sempat memperbanyak diri
Pada beda kondisi
Tapi perlahan ditinggal
Banyak yang uninstall
Sekarang, dia pun melambai
To say goodbye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bangkai

Bunga-bunga bangkai Mari hitung per tangkai Tiada hendak menggapai Harum yang tak sampai Bunga-bunga bangkai Tumbuh di sunyi lantai Tak perl...