Merah putih, biasanya terlihat seperti itu. Walau jaraknya tidak begitu dekat, namun warnanya jelas terlihat. Bangunan tinggi di desa kami itu memang tidak jauh jaraknya dari rumah. Tower pemancar sinyal, itulah bangunan yang ku ceritakan. Sore ini, tampak ada yang berbeda darinya. Warna tower tak seperti yang biasa ku lihat, cenderung ke abu-abu. Wajar saja, desa kami merupakan salah satu desa yang terkena dampak kabut asap. Sudah beberapa hari ini, semua sekolah di provinsi kami diliburkan. Asap ini mengganggu kami untuk beraktivitas seperti biasanya.
Kamis, 19 September 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bahu
Orangnya itu-itu saja Tiada yang menyangka Rasa terbelah dua Jiwa dan raga Orangnya itu terus Tiada yang mengurus Rasa perlahan tergerus Sem...
-
Lagi-lagi daku mengantuk Pintu mana bisa diketuk Ingin daku segera masuk Tapi kaki terasa ditusuk Lagi-lagi kantuk menyerang Pintu mana bisa...
-
Mungkin sepanjang hidupnya lelah Di matamu semua tak indah Ingin ku mengurai kisah Tapi tiada yang mengatur langkah Mungkin sepanjang hidupn...
-
Balas dengan senyum Kata yang mengaum Niscaya ketika ranum Laku mirip pendulum Senyum dengan ikhlas Hati yang memanas Niscaya ketika tuntas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar