Senin, 20 April 2020

Suara Tanpa Gema

Bahagia itu, tentu kita yang ciptakan.
Jika sebelum berjalan hanya sakit yang didapatkan, pasti ditinggalkan.
Kecuali takdir yang menentukan.

Menemukan atau ditemukan, segera tentukan.
Waktu yang terbuang, takkan kembali ke belakang.

Tanya dirimu, sudahkah melukis tawaku?

Catatan-catatan yang tertinggal, mungkin tak diperhatikan. Itu bukan olehku, tapi olehmu. Hijau yang mendominasi, bukan hanya rumput di sini.

Periksa lagi catatan, saat kau mulai meragukan. Dan aku telah lakukan, menggaris kata dengan pikiran dan perasaan.

Maju selangkah, artinya sudah di tengah. Menepi karena sensasi, bukan yang ku ingini.

Jika ingin meluruskan, silakan... Tapi aku takkan balik kanan, lanjut maju jalan...

Kisi-kisi yang dilupakan.

Dariku, yang kesal tak beraturan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tumbang

Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...