Ketika sampiran bertabur isi
Jangan kelewatan menafsir aksi
Banyaknya coretan menjadi tradisi
Dengan perkataan, hati terisolasi
Ketika isi berubah sampiran
Jangan tangisi waktu berjalan
Banyaknya koreksi menjadi gambaran
Dengan hati, engkau memikirkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar