Selasa, 30 Desember 2025

name: ALA

Sekitar pukul tujuh pagi, di sela kesibukan mengurus orangtua, sebuah nama tiba-tiba terlintas begitu saja di benak saya. Datangnya tidak direncanakan, tidak pula dicari, namun terasa jelas dan utuh. Nama itu terdiri dari tiga kata, terdengar lembut dan sangat cocok untuk seorang anak perempuan. Inisialnya “ALA”, sebuah rangkaian yang sama sekali belum pernah terpikirkan sebelumnya. Padahal, dalam kondisi saat ini saya bahkan belum memiliki suami. Ironis sekaligus menggelitik, bagaimana mungkin pikiran ini melahirkan “ide” tentang nama anak di tengah realitas yang masih jauh dari sana.
Entah kelak, ketika waktu itu benar-benar tiba, nama ini akan berjodoh dengan anakku atau tidak. Saya pun tidak tahu. Rasa penasaran sempat membawa saya mencarinya di Google, dan ternyata belum ditemukan seorang pun yang menggunakan nama tersebut. Di sini pun saya hanya berani membagikan inisialnya saja, ada perasaan ingin menyimpannya rapat-rapat, seolah takut jika nama itu lebih dulu diambil orang lain. Bukan karena berlebihan, melainkan karena ada harapan sederhana di baliknya: saya ingin nama itu tetap unik, berdiri sendiri, sebagaimana nama yang kini saya miliki, yang sejak awal sudah menjadi bagian dari identitas dan cerita hidup saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bangkai

Bunga-bunga bangkai Mari hitung per tangkai Tiada hendak menggapai Harum yang tak sampai Bunga-bunga bangkai Tumbuh di sunyi lantai Tak perl...