Rabu, 19 Juni 2013

Evaluasi Pembelajaran



A.    Pendahuluan
Evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Sesungguhnya, dalam konteks evaluasi atau
penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi.
B.     Pengertian Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik untuk menentukan sejauh mana objektif pembelajaran telah dicapai oleh para peserta didik (Gronlund, 1993, dalam Siti Rahayah, 2003).
Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Evaluasi keterampilan berbahasa umumnya dilakukan dalam dua bentuk yaitu evaluasi secara tertulis (evaluation a l’ecrit) dan evaluasi secara lisan (evaluation a l’oral).
Pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti value, yang secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian.
Perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu melakukan pengukuran.
C.    Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran
Evaluasi memiliki beberapa tujuan :
1.      Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
2.      Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran.
3.      Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya.
4.      Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.
Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara :
1.      Tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran.
2.      Bahan pelajaran dengan evaluasi.
3.      Tujuan kurikulum dengan evaluasi.
Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran. Contoh kongkrit proses pembelajaran Psikologi Pendidikan sebagai berikut :
Tujuan Pembelajaran
Evaluasi
Materi/Bahan/
Sumber Pelajaran
1.      Mahasiswa dapat menjelaskan secara lisan pentingnya motivasi dalam pembelajaran.
1.      Sebutkan pengertian motivasi pembelajaran.
2.      Menyebutkan apakah fungsi motivasi dalam pembelajaran.
1.      Buku-buku psikologi pendidikan.

D.    Fungsi Evaluasi Pembelajaran
a.       Fungsi Seleksi.
Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi, yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan / kursus berdasarkan kriteria tertentu.
b.      Fungsi Penempatan.
Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan / atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.
c.       Fungsi Diagnostik.
Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik, menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar, dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut.
Sedangkan Tagliante (1996) menyatakan juga terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran, menyebutnya “Trois grands fonctions deel evaluation.” Tiga fungsi itu adalah fungsi pronostik, fungsi diagnostik, dan fungsi sertifikasi.
1.      Fungsi Pronostik.
Fungsi pronostik, yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajaran.
2.      Fungsi Diagnostik.
Fungsi diagnostik, yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajar.
3.      Fungsi Sertifikasi.
Fungsi sertifikasi, evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.
Tujuannnya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tumbang

Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...