A.
Pendahuluan
Evaluasi
merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif,
sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Sesungguhnya, dalam konteks
evaluasi atau
penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi.
penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi.
B.
Pengertian
Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi
pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik untuk
menentukan sejauh mana objektif pembelajaran telah dicapai oleh para peserta
didik (Gronlund, 1993, dalam Siti Rahayah, 2003).
Penentuannya bisa dilakukan salah
satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Evaluasi keterampilan
berbahasa umumnya dilakukan dalam dua bentuk yaitu evaluasi secara tertulis (evaluation a l’ecrit) dan evaluasi
secara lisan (evaluation a l’oral).
Pengertian
asesmen (assessment) adalah kegiatan
mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau
membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan.
Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa inggris evaluation yang
berarti value, yang secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian.
Perbedaan antara evaluasi dengan
pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how
much” untuk pengukuran. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran
dan evaluasi. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih
dahulu melakukan pengukuran.
C.
Tujuan
Evaluasi Dalam Pembelajaran
Evaluasi
memiliki beberapa tujuan :
1. Untuk
mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam
jangka waktu tertentu.
2. Untuk
mengetahui efektivitas metode pembelajaran.
3. Untuk
mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya.
4. Untuk
memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.
Arikunto (1989)
menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara :
1. Tujuan
kurikulum dengan bahan pelajaran.
2. Bahan
pelajaran dengan evaluasi.
3. Tujuan
kurikulum dengan evaluasi.
Jadi
evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran. Contoh kongkrit
proses pembelajaran Psikologi Pendidikan sebagai berikut :
Tujuan
Pembelajaran
|
Evaluasi
|
Materi/Bahan/
Sumber
Pelajaran
|
1.
Mahasiswa dapat menjelaskan secara
lisan pentingnya motivasi dalam pembelajaran.
|
1.
Sebutkan pengertian motivasi
pembelajaran.
2.
Menyebutkan apakah fungsi motivasi
dalam pembelajaran.
|
1.
Buku-buku psikologi pendidikan.
|
D.
Fungsi
Evaluasi Pembelajaran
a. Fungsi
Seleksi.
Evaluasi
berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi, yaitu menyeleksi calon
peserta suatu lembaga pendidikan / kursus berdasarkan kriteria tertentu.
b.
Fungsi Penempatan.
Evaluasi
berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang
(peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan / atau jenjang
pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.
c.
Fungsi Diagnostik.
Evaluasi
diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar
yang dialami peserta didik, menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
kesulitan belajar, dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut.
Sedangkan
Tagliante (1996) menyatakan juga terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses
pembelajaran, menyebutnya “Trois grands
fonctions deel evaluation.” Tiga fungsi itu adalah fungsi pronostik, fungsi
diagnostik, dan fungsi sertifikasi.
1.
Fungsi Pronostik.
Fungsi
pronostik, yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif
dari pembelajaran.
2.
Fungsi Diagnostik.
Fungsi
diagnostik, yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat
berlangsungnya proses pembelajar.
3.
Fungsi Sertifikasi.
Fungsi
sertifikasi, evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau
peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.
Tujuannnya
hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar