Jumat, 20 September 2013

Rindu Yang Samar

Rindu yang samar
Dibalik wajah sangar
Walau setitik terpancar
Duka itu tetap cecar


Satu tetaplah satu
Dua tetaplah dua
Rindu tetaplah rindu
Duka tetaplah duka

Lelehan magma dari mutiara
Tak sanggup hentikan duka
Apa yang tiada
Takkan jadi semula

Ini jeritan tawa
Yang dibumbui dusta
Apa yang terlihat mata
Bukanlah sebenarnya

Sungguh dunia tak kurindukan
Ingin kembali ke rimbaan
Namun belum suratan
Tiada kuasa ku dapatkan

Dukaku ku tuliskan
Sebagai kenangan
Suatu saat jika ku rindukan
Catatan ini jangan diabaikan

(Astri Mirdanda: Pontianak, 21 September 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bangkai

Bunga-bunga bangkai Mari hitung per tangkai Tiada hendak menggapai Harum yang tak sampai Bunga-bunga bangkai Tumbuh di sunyi lantai Tak perl...