Sabtu, 02 November 2019

My Ordinary Memory

Lagi-lagi salah fokus. Nada-nada indah itu mengalun perlahan ke dalam benak mendampingi tulisan masa depan. Lirik berbahasa asing itu memang begitu mendalam artinya, “cinta pertama”. Pikiranku jauh melayang membayangkan cinta pertamaku. Dia yang menemaniku sebelum melihat dunia ini. Dia yang jauh lebih berharga daripada siapapun. Dia yang memberikan cintanya tanpa pamrih. Kini, aku hanya bisa mengingatnya, membayangkannya. Seberapa besarnya aku bersikeras untuk memutar ulang waktu, takkan bisa. Walau sudah beberapa tahun, rasa itu masih seperti kemarin saat aku kehilangannya. Dua ribu sembilan belas, semoga aku selalu ikhlas. Dua ribu dua puluh, semoga aku tak banyak mengeluh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terjebak

Lagi-lagi daku terjebak Semua masih dalam otak Kini tetap gagal bertindak Daku betah menghuni kotak Lagi-lagi daku diam Semua masih dalam ma...