Dua puluh dua puluh
Apakah tawa kan berlabuh?
Padanya yang sering mengeluh
Dua puluh dua puluh
Kiranya langit makin jauh
Dapatkah diri tetap bersimpuh?
Dua puluh dua puluh
Jemari yang kian berpeluh
Bergerak ikuti sauh
Mataku terasa kering Detak jam seakan nyaring Kepala menjadi pusing Waktu hampir berdering Jantungku berdegup kencang Detak jam seakan garan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar