Dua puluh dua puluh
Apakah tawa kan berlabuh?
Padanya yang sering mengeluh
Dua puluh dua puluh
Kiranya langit makin jauh
Dapatkah diri tetap bersimpuh?
Dua puluh dua puluh
Jemari yang kian berpeluh
Bergerak ikuti sauh
Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar