Jumat, 22 November 2024

Garis Tanpa Corak

Apa yang harus dibuang
Apakah itu terang?
Apakah itu sayang?
Pikirku terus berdendang

Apa ini sangat keras
Semua telah terkuras
Semua yang membuat cemas
Apakah benar memutus nafas?

Segala tampak memuncak
Apakah nanti kan tergeletak
Tergambar pada telapak
Garis tanpa corak

#457RI

Kamis, 21 November 2024

Hujan

Hujan tak turun
Musik telah mengalun
Pohon yang rimbun
Siap menimang embun

Hujan kini deras
Musik semakin keras
Pohon yang di atas
Siap menjadi emas

Hujan belum reda
Musik di mana-mana
Pohon yang di sana
Menunggu dengan setia

Senin, 18 November 2024

Bantuan

Aku dan rencana Sudah terikat sejak lama Saat datang ke dunia Yang penuh rupa Aku bersama tujuan Harus terus berjalan Walau selalu bergantian Sebagai bantuan Aku dan visi Harus bisa serasi Agar selalu berisi Sebagai motivasi

Selasa, 12 November 2024

Bisa-bisanya

Bisa-bisanya aku mencari namamu
Dalam daftar itu
Padahal aku tidak tahu
Di mana kamu menimba ilmu

Bisa-bisanya namamu ada
Padahal aku hanya mencoba
Sebelum statusmu ada di beranda
Aku tahu hasilnya

Bisa-bisanya aku mencari
Dan beruntung begini
Mengapa ku masih peduli
Padahal sudah sakit hati

Kamis, 07 November 2024

Bising

Dari merah menjadi hijau Aku menyerah karena dikau Tak searah membuat galau Kini sejarah menjadi silau Kini hijau dahulu merah Aku mulai memutar arah Semenjak kaki mulai berdarah Hanya tinggal kata terserah Akankah hijau menjadi kuning Aku mulai bersuara nyaring Semenjak sering pusing Di sekitar terlalu bising

Wajar

Tak ada yang bertanya Apa aku baik-baik saja Karena semua mengira Senyum itu nyata Tak ada yang berucap Apa aku telah mantap Karena segala sikap Begitu sigap Tak ada yang berujar Apa aku tampak wajar Karena begitu sejajar Dengan barisan luar

Rabu, 06 November 2024

Dari Tiga

Dari tiga menjadi dua Itu anak kucing saya Belum juga diberi nama Sudah tiada Dari tiga menjadi empat Itu grup sahabat Belum juga berjabat Sudah rindu melekat Dari tiga menjadi satu Itu tempat tugasku Belum juga bawa menantu Sudah kosong saku

Selasa, 05 November 2024

Bisikan

Adikku pernah membisikkan Kata singkat mematikan Hanya untuk membangunkan Kakaknya di pagi liburan Adikku pernah bersuara Cuma satu kata Bagimu merinding bulu roma Bagiku sudah biasa Adikku pernah berkunjung Mungkin tak terhitung Melihat kakaknya bingung Sungguh tak beruntung

Apinya Padam

Apinya padam Bisanya hanya diam Karena peduli karam Akhirnya mendendam Apinya mati Bisanya hanya sunyi Karena tak peduli Akhirnya mendengki Apinya sirna Bisanya dingin saja Karena sudah lupa Akhirnya tak menyapa

Senin, 04 November 2024

Pentas

Merasa abadi Padahal pengganti Klik sana klik sini Tak lagi peduli Merasa berkuasa Padahal tak lama Klik sini klik sana Tak lagi merasa Merasa di atas Padahal tak pantas Suaranya keras Saat di pentas

Sulih

Ini cerita kita Tentang semesta Betapa indahnya Tampak di mata Kita mulai mengingat Waktu tenggat Akankah datang nikmat Sebelum janji mendekat Kita masih memilih Agar selalu pulih Ketika saatnya sulih Hati berselimut kasih

Sabtu, 02 November 2024

Cantiknya Dia

Dia memang cantik Siapapun akan melirik Bulu matanya yang lentik Anggun layaknya itik Dia memang rupawan Siapapun akan tertawan Ketika dia berjalan Penuh dengan senyuman Dia memang indah Siapapun ingin singgah Ketika dia melangkah Pesonanya terus merekah

Sabtu, 26 Oktober 2024

Sepenuh Jiwa

Hari-hari tak enak badan Nasib tiga puluhan Menghitung mulai perlahan Satu hingga delapan Hari-hari sering pusing Nasib punya pancing Hingga daya menguning Masih saja daring Hari-hari tak bertenaga Nasib sepenuh jiwa Dia terus menyala Hingga habis masanya 457RI

Jumat, 25 Oktober 2024

Setetes Air

Setetes air dari pegunungan Sungguh sangat dinantikan Teriring doa harapan Dapat memberi ketenangan Setetes air yang didamba Sungguh sulit dijumpa Teriring harapan bersama Memberi tanpa terlupa Setetes air penyembuh radang Kapan akan datang Teriring harap berulang Memberi tanpa menyerang

Kamis, 24 Oktober 2024

Sejajar

Ketika menulis fakta Selalu seiring seirama Beberapa paragraf fiksi Yang mengasah imajinasi Ketika membuat soal Selalu bertambah perihal Menguji sebagai personal Padahal belum final Ketika menentukan ajar Pemikiran menuntut wajar Kanan dan kiri harus sejajar Agar tak berputar #457RI

Batu

Batu itu mulai ditinggalkan Sebagai penyelamat dari genangan Saat aspal menguasai jalanan Dan jejak kaki tak lagi bertahan Dulu ia penopang di kala hujan Sekarang tersisih, jadi kenangan Di bawah roda dan langkah ringan Tak lagi dianggap sebagai teman Namun batu tetap di sana, diam Menyimpan kisah tanpa dendam Meski kini terlupakan dan terpendam Ia pernah berdiri mengikuti jam #457RI bantu

Minggu, 20 Oktober 2024

Sinar Cahaya Merah

Izinkan daku sampaikan kabar

Kepada sang pembuat sinar

Ketika hati enggan berkelakar

Apa yang harus dikejar?


Izinkan daku sampaikan berita

Kepada sang pembuat cahaya

Ketika hati enggan menyapa

Apa yang harus dibawa?


Izinkan daku sampaikan kisah

Kepada sang pembuat merah

Ketika hati enggan tergugah

Apa yang harus diunggah?

Sabtu, 19 Oktober 2024

50 Detik

Video itu berdurasi 50 detik. Dengan menggunakan kamera depan, layar penuh dengan senyuman. Gerak-geriknya tampak biasa, hanya menggambarkan aktivitas sehari-hari yang umumnya dilakukan kebanyakan orang. Namun, pada detik ke 37 hingga 43, saya merasakan sesuatu. Selama enam detik tersebut, saya terlihat "berbeda" dari biasanya. Momen itu membuat saya merenung. Jika 50 detik video tersebut adalah sampel dari kehidupan saya, saya pun mulai mencoba menghitung berapa banyak waktu "berbeda" itu yang mungkin ada dalam sehari. Dalam satu hari, kita memiliki 24 jam, dan dalam satu jam terdapat 60 menit, sementara setiap menit terdiri dari 60 detik. Jadi, total waktu dalam sehari adalah 86.400 detik. Untuk menghitung “kondisi” tersebut, saya membagi 86.400 detik dengan 50 detik, yang menghasilkan 1.728 kali. Setiap 1.728 kali itu, terdapat enam detik “berbeda”, dan ketika saya mengalikan 1.728 dengan 6, saya mendapatkan total 10.368 detik, yang setara dengan 2 jam 52 menit 48 detik. Ini berarti bahwa dalam sehari, saya tampak “berbeda” selama hampir 3 jam. Namun, hasil ini tentu tak akan sama jika dihitung dari perspektif di belakang kamera. Di balik layar, terdapat banyak momen yang tak terekam, saat kita berinteraksi, merasakan, dan mengalami kehidupan dengan cara yang mungkin jauh lebih dalam dan bermakna. Dalam momen-momen tersebut, kita menemukan bagian dari diri kita yang tidak selalu terlihat oleh dunia luar. Begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk menjadi diri kita yang sebenarnya, entah itu di depan atau di belakang kamera, membentuk siapa kita dalam perjalanan hidup ini. Setiap senyuman yang terekam, setiap tawa yang terlewat, serta setiap detik yang dihabiskan dalam keheningan memiliki peran dalam membangun identitas kita. Dengan demikian, penting bagi kita untuk menghargai setiap detik, baik yang terlihat maupun yang tidak, sebagai bagian integral dari pengalaman hidup kita yang berharga.

Minggu, 13 Oktober 2024

3B

Berjalan dengan tujuan Mencari beberapa kudapan Namun suatu kebetulan Kita berpapasan Berjalan di sore hari Mencari tambahan nutrisi Namun tanpa dinanti Kita berhenti Berjalan tanpa prasangka Membawa beberapa angka Namun begitu nyata Kita berbeda

Selasa, 08 Oktober 2024

Mengucap Janji

Dia begitu sumringah

Menyambut hari yang cerah

Pipinya tampak memerah

Segera menyatukan langkah


Dia begitu bahagia

Menyambut hari yang sempurna

Senyumnya tampak berbeda

Segera melangkah bersama


Dia begitu diberkahi

Menyambut hari yang diridhoi

Harapannya tampak berisi

Segera mengucap janji

Tak Tahu

Bahkan dia tak sanggup melanjutkan

Titik-titik yang sengaja ku tuliskan

Sungguh tak ada jawaban

Dia hanya menunjukkan ketidaktahuan


Bahkan dia tak dapat melengkapi

Titik-titik yang terlihat di sini

Sungguh tampak manusiawi

Padahal tampak berisi


Bahkan dia tak dapat membantu

Titik-titik sejumlah dua atau satu

Sungguh dia mulai membatu

Padahal tugasnya begitu

Anjing

Suaranya kembali terdengar

Makin lama makin besar

Dulu hanya samar-samar

Kini daku jadi gemetar


Langit kini tak lagi terang

Karena beredar jauh ke seberang

Hati siapa yang tak terguncang

Seakan menabuh ribuan genderang


Suaranya kini kembali senyap

Sungguh masih ku mendekap

Dengan penuh kalimat harap

Pergilah jangan sampai tertangkap

TAKDIR

Takdir manakah yang kan menghampiri

Andaikan semudah itu ku mengetahui

Kalimat-kalimat kan semakin berseri

Dunia seakan milik sendiri

Impian bukan sekadar imajinasi

Rasanya inilah yang dinanti

Sabtu, 07 September 2024

Seutas Tali

Lagi-lagi ku bermimpi Membawa seutas tali Agar semua tetap rapi Terjalin erat tanpa henti Namun angin sering menerpa Mengurai simpul yang sempurna Meski tali ini terhenti Harap takkan pernah mati Ketika jari tergores tali Hati mulai ingin ke tepi Namun tekad tetap membara Takkan menyerah pada luka #457RI #457WITH

Pembawa Pesan

Dariku, si pembawa pesan Sampai manakah kau kan berjalan? Padahal ada yang merindukan Bukankah dia menuntunmu ke tujuan? Dariku, si penyampai kata Sampai bila kamu terlena? Akan kasih yang selalu ada Namun lupa untuk dirasa Dariku, si pemanis kalimat Sampai kapankah kau kan ingat? Pada senyum yang tersemat Tak pernah dia menggugat #457RI

Minggu, 01 September 2024

Tidak Sesuai Rencana

Semoga Allah melindungi kita

Melimpahkan segala rahmat-Nya

Karena masa kini tak sama

Semua serba lama


Semoga Allah memaafkan kita

Walau kini hanya rencana

Semoga langkah selanjutnya

Sama baiknya


Semoga Allah melapangkan dada

Saat rencana tak terlaksana

Semoga sakit yang ada

Tak menghambat semua

Senin, 15 Juli 2024

ASTRI #1

Ayahku sudah sakit-sakitan

Sering tak nafsu makan

Tiap hari harus rebahan

Rehat demi kesehatan

Ingin membaik kemudian

Kamis, 04 Juli 2024

Lemas

Tubuhku lemas kembali

Tak mampu menarik tali

Apabila sedang diuji

Semoga tegak berdiri


Tubuhku kembali lemas

Tak mampu membuat cemas

Apabila sedang memanas

Semoga berdiri lekas


Lemas sekali tubuh

Tak mampu padahal subuh

Apabila sedang lumpuh

Semoga kembali tangguh

SSS

Situasinya Selalu Sama

Sayangnya Seluas Samudra

Senyumnya Seakan Semesta

Senantiasa Semakin Sempurna


Saya Selalu Singgah

Sebab Seperti Sebongkah

Sayangnya Selalu Semerbak

Suaranya Serapi Sajak


Sekeliling Semakin Sejuk

Semesta Seakan Setuju

Sayangnya Sangat Sempurna

Semenjak Serasa Sekata



Senin, 01 Juli 2024

Jerat

Entah apa yang singgah

Hingga kini membuat gerah

Ingin daku merekah

Tanpa sekalipun menyerah


Entah apa yang tertambat

Hingga kini menjadi jerat

Ingin daku terlihat

Tanpa sekalipun cacat


Entah apa yang masuk

Hinggi kini menjadi batuk

Ingin daku duduk

Tanpa sekalipun mengutuk

Gagal Hening

Dia mulai berkeliling

Hingga ku gagal hening

Cabang mulai menguning

Hingga ku ingin berbaring


Dia mulai berlari

Hingga ku gagal sepi

Rahang mulai menari

Hingga ku ingin berhenti


Dia mulai bersorak

Hingga ku gagal gerak

Pedang mulai menyibak

Hingga ku ingin bercorak

Jumat, 05 April 2024

2024

Saat semua tak lagi sehat
Saat semua harus merapat
Saat semua tak terlihat
Saat semua duduk di tempat

Harus semua berlaku hebat
Harus semua menghadap kiblat
Harus semua berlaku cermat
Harus semua mulai mendekat

Kini semua dengar pendapat
Kini semua berlaku cepat
Kini semua menggenggam erat
Dua ribu dua puluh empat

Sabtu, 16 Maret 2024

Yang Terlihat

Di sebuah ruang
Yang tampak usang
Mungkin kan terkenang
Masa gagal berkembang

Di sebuah area
Yang termakan usia
Mungkin hanya tersisa
Mengenang masa

Di sebuah tempat
Yang tertutup rapat
Mungkin hanya terlihat
Sedikit manfaat

Senin, 11 Maret 2024

Aus

Sungguh tidak baik
Sering daku memekik
Karena terlalu terik
Rasa semakin tercabik

Sungguh tidak bagus
Sering daku mendengus
Karena terlalu hangus
Rasa semakin aus

Sungguh tidak indah
Sering daku memerah
Karena terlalu begah
Rasa semakin lelah

Minggu, 10 Maret 2024

Berdua

Berdua,
Nonton sama siapa ya?
Hal yang hendak ku tanya
Ingin mendapat berita

Berdua,
Pergi sama siapa ya?
Hal yang tampak biasa
Namun penuh tanda tanya

Berdua,
Pergi sama dia ya?
Hal yang mungkin saja
Membuatku benar murka

Sabtu, 09 Maret 2024

Kembali Begini

Jika dihitung jemari
Mungkin itu hanyalah tropi
Yang akan kembali
Saat hari-hari begini

Jika dibuat ilustrasi
Mungkin ini hanyalah fiksi
Yang akan kembali
Saat hari-hari begini

Jika diulang kembali
Mungkin ada banyak mimpi
Yang akan kembali
Saat hari-hari begini

Bagai Air

Bagai air di daun talas
Harapanku tak harus berbalas
Perkara naik kelas
Menuntunmu hingga ke atas

Bagai air dengan minyak
Harapanku tidaklah banyak
Setiap langkahmu bertindak
Semoga selalu bijak

Bagai air di dalam kolam
Harapanku sangat mendalam
Setiap dikau duduk terdiam
Ingatlah daku di saat awam

Kamis, 07 Maret 2024

Pangling

Tiap hari terasa asing
Sungguh tampak pangling
Apakah aku yang agak pusing
Padahal tiada berkeliling

Tiap hari terasa berubah
Sungguh tampak memerah
Apakah aku yang salah
Padahal tiada tingkah

Tiap hari terasa berbeda
Sungguh tampak ganda
Apakah aku hanya menerka
Padahal tiada mutiara

Aksi Nyata

Hari tanpa asap
Kapankah dia akan siap
Dengan peralatan lengkap
Sebuah makna terungkap

Hari tanpa api
Kapankah dia akan mengerti
Dengan peralatan di sini
Sebuah makna menanti

Hari dengan tanpa
Kapankah dia temukan makna
Dengan peralatan sederhana
Sebuah aksi nyata

Senin, 04 Maret 2024

Angin

Angin berhembus terlampau kuat
Ranting sebelah hampir terangkat
Langit yang terlanjur pekat
Menuliskan cerita yang tersirat

Angin berhembus tidaklah lemah
Ranting sebelah hampir memerah
Langit yang terlanjur berubah
Menuliskan cerita tak indah

Angin berhembus sangat kencang
Ranting sebelah hampir terbang
Warna hitam yang menghalang
Menuliskan cerita akan datang

Senin, 26 Februari 2024

YAHK

Yang sejenis akan bersama
Aku menangis tak terima
Hati terkikis karena kecewa
Katamu manis karena gula

Yang sejenis akan mendekat
Aku menangis karena teringat
Hati terkikis gagal sepakat
Katamu manis padahal kelat

Yang sejenis akan sejalan
Aku menangis sulit dihentikan
Hati terkikis mengingat tujuan
Katamu manis tinggal kenangan

Sabtu, 24 Februari 2024

Sepertinya

Sepertinya daku salah terka
Bahwa dikau berpikiran sama
Ketika tiba pada masa
Yang ada hanya kecewa

Sepertinya daku salah tujuan
Karena dikau tak berpendirian
Ketika tiba dalam pikiran
Yang ada hanya kesendirian

Sepertinya daku salah langkah
Karena dikau tak berubah
Ketika tiba masa berbenah
Yang ada hanya gundah

Rabu, 21 Februari 2024

Dua Tiga

Dua tiga tanpa jawaban
Tiga dua sudah di depan
Kini masih dalam lingkaran
Sampai kapan tanpa pikiran

Dua tiga tanpa jejak
Tiga dua tiada tampak
Kini masih dalam kotak
Sampai kapan tanpa otak

Dua tiga tanpa curiga
Tiga dua sudah diduga
Kini masih dalam segitiga
Sampai kapan tanpa rasa

Lantas

Lantas ke mana akan pergi
Yang terlihat hanya tepi
Kaki lelah berlari
Akankah hari kembali pagi

Lantas ke mana akan datang
Yang terlihat hanya ilalang
Kaki lelah hingga tertendang
Akankah hari kembali terang

Lantas ke mana akan berlabuh
Yang terlihat hanya peluh
Kaki lelah hingga melepuh
Akankah hari kembali penuh

Jumat, 02 Februari 2024

Soal Astri

Bacalah cerita berikut untuk menjawab soal nomor 1 sampai 3!

Sekitar pukul 10 pagi, ada panggilan tak terjawab. Pikiranku menelusuri ruang terdalam hingga menebak siapa yang bersangkutan. Untuk meyakinkan, ku telusuri dalam galeri untuk mencari jejak-jejak penting. Tidak ada apapun pada “si biru” karena memorinya telah rusak. Aku tidak diuntungkan kali ini. Pencarian terus berlanjut pada “si dulas”. Tidak ditemukan apapun pada foto. Setelah gagal pada dua tempat, ku coba mencari pada aplikasi hijau. Satu per satu grup telah ku telusuri, namun masih saja hasilnya nihil. Aku mencari pada “diriku” sendiri, juga tiada. Hari itu sungguh menjadi hari yang berat, karena hal penting tak terlihat. Dari siang, sore, hingga esok tak ada satupun petunjuk.

Besoknya, sambil mengerjakan sesuatu, aku mencoba mengingat kembali. Tidak mungkin hal sepenting itu tidak meninggalkan jejak. Lembaran-lembaran di depan mata cukup menghibur, seraya hati mengikhlaskan.

Sampailah pada hari ini, hari Jumat.  Tentu saja kegiatan tak pernah putus. Berjalan membawa barang-barang penting. Siangnya, mencari makna pada sebuah kegiatan lain. Mulai tertarik dengan hal-hal yang pernah dipikirkan di masa lalu. Setelah menangkap layar, aku kirimkan kepada diriku. Saat hendak memeriksa pesan, ku ambil “si biru”. Jariku terhenti pada sebuah pesan tersemat, yang ternyata salah alamat. Bukan itu yang harusnya ku periksa. Ternyata pada “media” ada hal yang ku cari dua hari yang lalu…

1. Kapankah tokoh “aku” mendapatkan panggilan tak terjawab?
a. Selasa
b. Rabu
c. Kamis
d. Jumat

2. Apakah yang telah rusak?
a. Si biru
b. Si hijau
c. Si dulas
d. Si tilas

3. Apakah hal yang menurut “aku” cukup menghibur?
a. Media
b. Pesan tersemat
c. Lembaran-lembaran
d. Jejak penting

12D

Dia, kucing jalanan Datang meminta makan Dengan begitu perlahan Diam saat berjalan Dia, burung gereja Datang di saat senja Demikian hingga l...