Sabtu, 19 Oktober 2024
50 Detik
Video itu berdurasi 50 detik. Dengan menggunakan kamera depan, layar penuh dengan senyuman. Gerak-geriknya tampak biasa, hanya menggambarkan aktivitas sehari-hari yang umumnya dilakukan kebanyakan orang. Namun, pada detik ke 37 hingga 43, saya merasakan sesuatu. Selama enam detik tersebut, saya terlihat "berbeda" dari biasanya. Momen itu membuat saya merenung. Jika 50 detik video tersebut adalah sampel dari kehidupan saya, saya pun mulai mencoba menghitung berapa banyak waktu "berbeda" itu yang mungkin ada dalam sehari. Dalam satu hari, kita memiliki 24 jam, dan dalam satu jam terdapat 60 menit, sementara setiap menit terdiri dari 60 detik. Jadi, total waktu dalam sehari adalah 86.400 detik. Untuk menghitung “kondisi” tersebut, saya membagi 86.400 detik dengan 50 detik, yang menghasilkan 1.728 kali. Setiap 1.728 kali itu, terdapat enam detik “berbeda”, dan ketika saya mengalikan 1.728 dengan 6, saya mendapatkan total 10.368 detik, yang setara dengan 2 jam 52 menit 48 detik. Ini berarti bahwa dalam sehari, saya tampak “berbeda” selama hampir 3 jam. Namun, hasil ini tentu tak akan sama jika dihitung dari perspektif di belakang kamera. Di balik layar, terdapat banyak momen yang tak terekam, saat kita berinteraksi, merasakan, dan mengalami kehidupan dengan cara yang mungkin jauh lebih dalam dan bermakna. Dalam momen-momen tersebut, kita menemukan bagian dari diri kita yang tidak selalu terlihat oleh dunia luar. Begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk menjadi diri kita yang sebenarnya, entah itu di depan atau di belakang kamera, membentuk siapa kita dalam perjalanan hidup ini. Setiap senyuman yang terekam, setiap tawa yang terlewat, serta setiap detik yang dihabiskan dalam keheningan memiliki peran dalam membangun identitas kita. Dengan demikian, penting bagi kita untuk menghargai setiap detik, baik yang terlihat maupun yang tidak, sebagai bagian integral dari pengalaman hidup kita yang berharga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tumbang
Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...
-
Tepatnya hari Jumat, seusai mendownload dan menonton drama Korea yang sedang ongoing, aku berpikir keras untuk melakukan hal yang tidak bia...
-
Tampak dari muka Senyum tak pernah alpa Kiri kanan disapa Bahagianya dia Tampak dari jauh Senyum selalu penuh Kiri kanan gaduh Bahagianya se...
-
Adikku pernah membisikkan Kata singkat mematikan Hanya untuk membangunkan Kakaknya di pagi liburan Adikku pernah bersuara Cuma satu kata Ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar