Senin, 05 Januari 2026

Terpapar

Terpapar sinar kata
Mendadak haus muka
Jari sibuk berdansa
Pena sudah tua

Terpapar bisik halus
Mendadak muka lumus
Kata terlanjur berhembus
Pena telat bagus

Terpapar gelap pikir
Mendadak lapar mampir
Rasa mulai terukir
Pena bak musafir

Palung

Tak pernah dikira
Menembus layar kaca
Buat sebuah makna
Ternyata bisa ganda

Tak pernah dihitung
Menembus palung
Buat sebuah ujung
Ternyata bisa gantung

Tak pernah ditakar
Menembus dasar
Buat sebuah cakar
Ternyata bisa putar

Surga

Surga begitu jauh
Terasa kini melepuh
Sistem tak lagi utuh
Semua seakan runtuh

Surga tidak dekat
Terasa kini hangat
Sistem tak lagi kuat
Semua seakan kiamat

Surga itu di mana
Terasa kini terpana
Sistem tak lagi guna
Semua seakan sirna

Selasa, 30 Desember 2025

name: ALA

Sekitar pukul tujuh pagi, di sela kesibukan mengurus orangtua, sebuah nama tiba-tiba terlintas begitu saja di benak saya. Datangnya tidak direncanakan, tidak pula dicari, namun terasa jelas dan utuh. Nama itu terdiri dari tiga kata, terdengar lembut dan sangat cocok untuk seorang anak perempuan. Inisialnya “ALA”, sebuah rangkaian yang sama sekali belum pernah terpikirkan sebelumnya. Padahal, dalam kondisi saat ini saya bahkan belum memiliki suami. Ironis sekaligus menggelitik, bagaimana mungkin pikiran ini melahirkan “ide” tentang nama anak di tengah realitas yang masih jauh dari sana.
Entah kelak, ketika waktu itu benar-benar tiba, nama ini akan berjodoh dengan anakku atau tidak. Saya pun tidak tahu. Rasa penasaran sempat membawa saya mencarinya di Google, dan ternyata belum ditemukan seorang pun yang menggunakan nama tersebut. Di sini pun saya hanya berani membagikan inisialnya saja, ada perasaan ingin menyimpannya rapat-rapat, seolah takut jika nama itu lebih dulu diambil orang lain. Bukan karena berlebihan, melainkan karena ada harapan sederhana di baliknya: saya ingin nama itu tetap unik, berdiri sendiri, sebagaimana nama yang kini saya miliki, yang sejak awal sudah menjadi bagian dari identitas dan cerita hidup saya.

Rabu, 24 Desember 2025

Isi

Rasi buat berisi
Rasa penuh puisi
Rusa tak dimiliki
Resi sebagai bukti

Tapi buat menepi
Tipo penuh sekali
Tepi sudah di sini
Tipu mendominasi

Lama tak mengira
Lima jam tak guna
Lema buat dilema
Lemu bakti caraka

Jauh

Dia ingin didengarkan
Tapi begitu menyakitkan
Tiada lagi dipikirkan
Jauh dari jangkauan

Dia ingin didengar
Tapi begitu sangar
Tiada kata samar
Jauh dari sabar

Dia ingin
Tapi dingin
Tiada angin
Jauh batin

Selasa, 23 Desember 2025

Ingat

Tolong ingat sendiri
Agar tak antipati
Hitung dengan jemari
Kapan harus berdiri

Tolong ingat perlahan
Agar tak berlebihan
Hitung semua ujaran
Kapan harus dihentikan

Tolong ingat secukupnya
Agar tak berbahaya
Hitung batas rasa
Kapan harus berdaya

Rasa

Apakah kebanyakan garam Atau terlalu asam Mungkin sudah malam Aku kurang paham Apakah terlalu asin Atau kebanyakan micin Mungkin terlalu lic...