Sebut
saja dia Hana, seorang perempuan yang sedang menata dunianya. Kali ini dia
ingin bermimpi. Pergi ke tempat yang sangat indah. Ada padang rumput yang luas,
bunga-bunga menghiasi sekelilingnya. Ada banyak mainan dan makanan. Sungguh
banyak kebahagiaan. Sebuah rumah besar yang mengkilap. Persis seperti rumah
milik “Louise” di drama “Shopping King Louise”. Di sana dia tak perlu bersusah
payah. Ada kebahagiaan yang tersedia di rumah. Keluarga dan harapan yang indah.
Hana bermain-main, bergembira. Ada banyak teman yang menghiburnya. Hana memang
tak punya uang, namun dia punya segalanya. Sesungguhnya yang Hana perlukan
memang segalanya, bukan uang. Uang hanya selembar kertas yang dianggap
bernilai. Namun tanpa uang, segalanya mungkin tak akan pernah didapat. Hana
melihat langit. Birunya begitu indah. Ia berpikir tak akan meninggalkan rumah.
Hana yang malang.
Jumat, 30 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Malam
Mataku terasa kering Detak jam seakan nyaring Kepala menjadi pusing Waktu hampir berdering Jantungku berdegup kencang Detak jam seakan garan...
-
Suatu ketika, saat waktumu terbagi dua, ada bisikan yang bisa jadi adalah janji. Di antara siang dan malam, hidupmu akan ditentukan. Kamu p...
-
Abu-abu bukan hitam Menunggu sampai malam Apa dayaku hingga tenggelam Menyatu dengan alam Abu-abu bukan putih Menunggu sampai letih Apa daya...
-
Assalamualaikum Sebenarnya sudah lama saya ingin mencari informasi tentang ini, namun belum menemukan waktu yang tepat. Banyak aktivitas me...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar