Jika kau tak melakukan apa-apa untukku, aku merasa seperti cinta tak berbalas.
Aku memikirkanmu disaat tersulitmu.
Aku mencari cara agar kamu terlepas dari derita.
Saat ini, kau lupa..
Entah aku yang terlalu berhitung, atau memang engkau tak sayang padaku.
Aku tak pandai mengukur rasa sayangmu padaku.
Kita memang masih berkomunikasi.
Kita memang masih sahabat.
Atau memang aku yang menuntut lebih?
Karena hal ini, aku sering berpikir berapa besar rasa sayangmu padaku..
Aku masih percaya bahwa engkau sayang padaku.
Jangan biarkan kita berakhir di sini.
Selasa, 11 Oktober 2016
Cinta Tak Berbalas
Senin, 03 Oktober 2016
Apakah hujan ini untukku?
"Deras hujan yang turun mengingatkanku pada dirimu.." Lirik itulah yang sering terngiang saat melihat hujan. Hujan memang memberikan kedamaian dan kesejukan, namun hujan juga membawa ketakutan dan kesedihan. Damai karena panas menghilang. Kesejukan karena kehujanan. 😁. Ketakutan karena petir dan angin yang menyertainya. Kesedihan karena kenangan indah yang terputar di otak.
Aku sadar bahwa malam ini hujan. Aku yang terbiasa "pingsan" saat tidur ternyata tak bisa melewati hujan malam ini. Bermula dari keinginan untuk istirahat awal sehingga tak melakukan apa-apa agar bisa tertidur lelap. Tiba-tiba ada bunyi bbm masuk. Khawatir itu adalah pesan penting, mata yang sudah 5 watt itu kemudian memperoleh energi sedikit untuk membaca bbm. Bbm udah dibalas niatnya mau tidur lagi. Dicoba tidur, ternyata tidak bisa. Dipancing dengan diputarkan lagu, masih tidak bisa juga. Mungkin aku memang harus mendengar bunyi hujan di malam ini.
WISS
WISS atau Waktu Indonesia Siang Sikit adalah istilah yang ku buat hari ini ketika mendapat pesan tentang "siang sikit". Aku berupaya keras menarik garis lurus atas peristiwa yang terjadi sekarang dengan membuat tulisan yang hanya dimengerti oleh diriku sendiri. Jadi ketika membaca kembali artikel ini, wah.. oh.. ternyata.. saat itu.
WISS, entah itu lebih tepatnya pukul berapa aku tak tahu. Apakah saat-saat kita masih menggunakan kata "Good Morning" atau "Good Afternoon". Siang sikit, mungkinkah itu berarti saat-saat ketika kita masih boleh melaksanakan Sholat Dhuha? Maybe. Sebagai warga negara yang baik, aku sangat menghargai "Waktu Indonesia Siang Sikit".
Minggu, 02 Oktober 2016
Hana #3
Ada segelas es cendol di depan Hana tapi sedikitpun isinya tidak berkurang. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Sesekali matanya melirik ke arah jam tangan berwarna perak yang baru saja didapatkannya kemarin saat ulang tahun. Jam tangan itu merupakan hadiah dari seseorang yang sangat spesial. Hana suka sekali dengan hadiah tersebut. Tepat pukul 12.00 seseorang yang memakai batik menghampiri Hana. Tampak sekali senyum di wajahnya. Orang itu adalah pacar baru Hana. Belum lama mereka pacaran, sekitar baru seminggu yang lalu. Bara, pacar Hana itu merupakan laki-laki yang sangat tampan dan baik hati. Beruntung sekali Hana memiliki Bara. Mereka berdua pun menikmati kencan mereka. Tak lama datang seorang wanita berparas cantik menghampiri meja mereka. Vera, wanita itu menyesal telah memutuskan Bara. Vera berkata bahwa semua itu adalah salah paham. Vera ingin balikan. Mendengar hal tersebut, Bara berkata bahwa itu hanyalah masa lalu. Saat ini, Bara telah memiliki Hana. Dengan perasaan sedih, Vera pun pulang ke rumah. Dia tidak menyangka hubungan mereka akan jadi seperti ini. Masih teringat jelas kenangan indah saat mereka masih bersama. Bermain di tepi pantai sambil mencari kerang. Saking asyiknya mencari kerang, mereka hampir lupa waktu sehingga pulang terlalu sore. Air matanya pun mengucur deras menyadari bahwa masa-masa itu tak akan pernah bisa kembali. Sepeninggal Vera, Hana pun tersenyum. Es cendol yang tadi masih utuh sekarang tinggal setengah. Hana menenangkan perasaan Bara yang sedikit terganggu dengan keberadaan Vera. Sambil menyuapi es cendol ke Bara, Hana ingat semua rencananya yang berhasil membuat Bara dan Vera berpisah. Hana merasa dia menang. Dia berhasil merebut Bara dari Vera. Tidak lama kemudian, hape Hana pun berbunyi. Segera dicarinya tas untuk mengambil hape. Ternyata ada pesan BBM dari seorang sahabatnya. Saat dibuka, ternyata itu hanyalah "PING!". Hana segera menaruh hapenya kembali ke dalam tas. Setelah menaruh hape, Bara tidak ada. Ah mungkin Bara ke toilet, pikir Hana. Merasa sudah lama menunggu, Hana melirik ke pergelangan tangannya untuk melihat pukul berapa sekarang. Hana terkejut. Jam tangannya hilang. Hana melihat sekeliling, pandangannya tertuju pada es cendol yang masih utuh. Hana heran padahal dia sudah makan setengah dari es cendol tersebut tapi mengapa masih utuh. Terdengar bunyi langkah kaki menghampiri Hana. Sepertinya lebih dari satu orang yang mendekat. "Ada apa, Hana?" tanya laki-laki tersebut. "Ada yang bisa kami bantu?"sahut wanita di sebelahnya. Hana mengenal kedua orang tersebut. Hana terdiam sebentar. "Tidak ada. Terima kasih."jawab Hana. Ternyata kedua orang itu adalah Bara dan Vera. Beberapa detik yang lalu Hana tersadar bahwa dari awal tadi Bara memang tidak pernah bersama Hana dan Vera tidak pernah datang. Pantas saja es cendol tetap utuh. Ternyata dari tadi Hana merasa menang atas cinta segitiga yang tidak pernah terjadi.
LOCO, PUNCH - Say Yes (Ost.Moon Lovers)
Aku di sini
Katakan padaku dengan bibirmu
katakan ya katakan ya
Tanpa ku sadari
Aku datang padamu
Aku ingin memberitahumu hatiku dengan angin yang bertiup
cinta itu nyata
Matamu yang hanya menggelitikku
Sekarang buat aku tersenyum seolah-olah aku sudah terbiasa akan itu
Kau hanya perlu berjalan ke sana
Teman-temanku selalu mengatakan padaku
Seolah mereka mencoba untuk membuangku
Sepatu hakku masih terasa berat
Aku hanya ingin melepasnya pada malam yang akan berakhir ini
Aku berharap kau akan memegang tanganmu
Jadi aku dapat berjalan padamu dengan bertelanjang kaki
Di hari-hariku yang rumit
Aku mencoba berpikir, setiap jam
Sekarang aku akhirnya menyadari
Semuanya pergi dan hanya kau yang tetap ada
Musim semi lalu, aku kebetulan melihatmu
Aku berharap tidak akan lagi ada kebetulan
Aku ingin memegang tanganmu yang hanya berjalan melewatiku
Aku ingin berjalan denganmu, apa pun jalan yang kita ambil
Aku berada di depanmu
Aku di sini
Katakan padaku dengan bibirmu
katakan ya katakan ya
Tanpa ku sadari
Aku datang padamu
Aku ingin memberitahumu hatiku dengan angin yang bertiup
cinta itu nyata
Aku membutuhkanmu
Sayang, kata-kata yang ingin ku katakan padamu
Kata-kata yang tidak bisa ku katakan padamu
Sayang sayang sayang cinta itu nyata
Aku bisa pergi ke mana saja
Ini bukan sebuah kebohongan (berjanjilah padaku)
Mulai sekarang, beradalah di sisiku
Akan menjadi tempat yang paling nyaman
Seperti suara yang keluar dari bibir yang tertutup
Aku berharap kau akan memanggil namaku
Bahkan jika aku kembali jatuh dan berjalan
Aku berharap kau akan mendengarkan suaraku
Aku berada di depanmu
Aku di sini
Katakan padaku dengan bibirmu
katakan ya katakan ya
Tanpa ku sadari
Aku datang padamu
Aku ingin memberitahumu hatiku dengan angin yang bertiup
cinta itu nyata
Satu hal yang aku inginkan
Untukmu selalu berada di sisiku
Kau tersenyum padaku
Kau mendengarkanku
Itu juga sudah cukup bagiku, kamu
Aku tersenyum padamu
Mataku mengatakan padamu
Jawa aku seperti itu juga
katakan ya katakan ya
Aku menyukainya karena itu dirimu
Aku tidak peduli jika kau membuatku menangis
Karena kau segalanya untukku
cinta itu nyata
Aku membutuhkanmu
Sayang, kata-kata yang ingin ku katakan padamu
Kata-kata yang tidak bisa ku katakan padamu
Sayang sayang sayang cinta itu nyata
New Drakor: "Woman With A Suitcase"
Rasa
Apakah kebanyakan garam Atau terlalu asam Mungkin sudah malam Aku kurang paham Apakah terlalu asin Atau kebanyakan micin Mungkin terlalu lic...
-
Suatu ketika, saat waktumu terbagi dua, ada bisikan yang bisa jadi adalah janji. Di antara siang dan malam, hidupmu akan ditentukan. Kamu p...
-
Abu-abu bukan hitam Menunggu sampai malam Apa dayaku hingga tenggelam Menyatu dengan alam Abu-abu bukan putih Menunggu sampai letih Apa daya...
-
Assalamualaikum Sebenarnya sudah lama saya ingin mencari informasi tentang ini, namun belum menemukan waktu yang tepat. Banyak aktivitas me...