"Deras hujan yang turun mengingatkanku pada dirimu.." Lirik itulah yang sering terngiang saat melihat hujan. Hujan memang memberikan kedamaian dan kesejukan, namun hujan juga membawa ketakutan dan kesedihan. Damai karena panas menghilang. Kesejukan karena kehujanan. 😁. Ketakutan karena petir dan angin yang menyertainya. Kesedihan karena kenangan indah yang terputar di otak.
Aku sadar bahwa malam ini hujan. Aku yang terbiasa "pingsan" saat tidur ternyata tak bisa melewati hujan malam ini. Bermula dari keinginan untuk istirahat awal sehingga tak melakukan apa-apa agar bisa tertidur lelap. Tiba-tiba ada bunyi bbm masuk. Khawatir itu adalah pesan penting, mata yang sudah 5 watt itu kemudian memperoleh energi sedikit untuk membaca bbm. Bbm udah dibalas niatnya mau tidur lagi. Dicoba tidur, ternyata tidak bisa. Dipancing dengan diputarkan lagu, masih tidak bisa juga. Mungkin aku memang harus mendengar bunyi hujan di malam ini.
Senin, 03 Oktober 2016
Apakah hujan ini untukku?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bahu
Orangnya itu-itu saja Tiada yang menyangka Rasa terbelah dua Jiwa dan raga Orangnya itu terus Tiada yang mengurus Rasa perlahan tergerus Sem...
-
Lagi-lagi daku mengantuk Pintu mana bisa diketuk Ingin daku segera masuk Tapi kaki terasa ditusuk Lagi-lagi kantuk menyerang Pintu mana bisa...
-
Mungkin sepanjang hidupnya lelah Di matamu semua tak indah Ingin ku mengurai kisah Tapi tiada yang mengatur langkah Mungkin sepanjang hidupn...
-
Balas dengan senyum Kata yang mengaum Niscaya ketika ranum Laku mirip pendulum Senyum dengan ikhlas Hati yang memanas Niscaya ketika tuntas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar