Ada segelas es cendol di depan Hana tapi sedikitpun isinya tidak berkurang. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Sesekali matanya melirik ke arah jam tangan berwarna perak yang baru saja didapatkannya kemarin saat ulang tahun. Jam tangan itu merupakan hadiah dari seseorang yang sangat spesial. Hana suka sekali dengan hadiah tersebut. Tepat pukul 12.00 seseorang yang memakai batik menghampiri Hana. Tampak sekali senyum di wajahnya. Orang itu adalah pacar baru Hana. Belum lama mereka pacaran, sekitar baru seminggu yang lalu. Bara, pacar Hana itu merupakan laki-laki yang sangat tampan dan baik hati. Beruntung sekali Hana memiliki Bara. Mereka berdua pun menikmati kencan mereka. Tak lama datang seorang wanita berparas cantik menghampiri meja mereka. Vera, wanita itu menyesal telah memutuskan Bara. Vera berkata bahwa semua itu adalah salah paham. Vera ingin balikan. Mendengar hal tersebut, Bara berkata bahwa itu hanyalah masa lalu. Saat ini, Bara telah memiliki Hana. Dengan perasaan sedih, Vera pun pulang ke rumah. Dia tidak menyangka hubungan mereka akan jadi seperti ini. Masih teringat jelas kenangan indah saat mereka masih bersama. Bermain di tepi pantai sambil mencari kerang. Saking asyiknya mencari kerang, mereka hampir lupa waktu sehingga pulang terlalu sore. Air matanya pun mengucur deras menyadari bahwa masa-masa itu tak akan pernah bisa kembali. Sepeninggal Vera, Hana pun tersenyum. Es cendol yang tadi masih utuh sekarang tinggal setengah. Hana menenangkan perasaan Bara yang sedikit terganggu dengan keberadaan Vera. Sambil menyuapi es cendol ke Bara, Hana ingat semua rencananya yang berhasil membuat Bara dan Vera berpisah. Hana merasa dia menang. Dia berhasil merebut Bara dari Vera. Tidak lama kemudian, hape Hana pun berbunyi. Segera dicarinya tas untuk mengambil hape. Ternyata ada pesan BBM dari seorang sahabatnya. Saat dibuka, ternyata itu hanyalah "PING!". Hana segera menaruh hapenya kembali ke dalam tas. Setelah menaruh hape, Bara tidak ada. Ah mungkin Bara ke toilet, pikir Hana. Merasa sudah lama menunggu, Hana melirik ke pergelangan tangannya untuk melihat pukul berapa sekarang. Hana terkejut. Jam tangannya hilang. Hana melihat sekeliling, pandangannya tertuju pada es cendol yang masih utuh. Hana heran padahal dia sudah makan setengah dari es cendol tersebut tapi mengapa masih utuh. Terdengar bunyi langkah kaki menghampiri Hana. Sepertinya lebih dari satu orang yang mendekat. "Ada apa, Hana?" tanya laki-laki tersebut. "Ada yang bisa kami bantu?"sahut wanita di sebelahnya. Hana mengenal kedua orang tersebut. Hana terdiam sebentar. "Tidak ada. Terima kasih."jawab Hana. Ternyata kedua orang itu adalah Bara dan Vera. Beberapa detik yang lalu Hana tersadar bahwa dari awal tadi Bara memang tidak pernah bersama Hana dan Vera tidak pernah datang. Pantas saja es cendol tetap utuh. Ternyata dari tadi Hana merasa menang atas cinta segitiga yang tidak pernah terjadi.
Minggu, 02 Oktober 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bangkai
Bunga-bunga bangkai Mari hitung per tangkai Tiada hendak menggapai Harum yang tak sampai Bunga-bunga bangkai Tumbuh di sunyi lantai Tak perl...
-
Tepatnya hari Jumat, seusai mendownload dan menonton drama Korea yang sedang ongoing, aku berpikir keras untuk melakukan hal yang tidak bia...
-
Adikku pernah membisikkan Kata singkat mematikan Hanya untuk membangunkan Kakaknya di pagi liburan Adikku pernah bersuara Cuma satu kata Ba...
-
Mengumpulkan detik-detik Agar lebih baik Ratusan titik-titik Menemani masa berisik Mengumpulkan kepingan Agar lebih ringan Ratusan angan Men...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar