Selasa, 30 Desember 2025

name: ALA

Sekitar pukul tujuh pagi, di sela kesibukan mengurus orangtua, sebuah nama tiba-tiba terlintas begitu saja di benak saya. Datangnya tidak direncanakan, tidak pula dicari, namun terasa jelas dan utuh. Nama itu terdiri dari tiga kata, terdengar lembut dan sangat cocok untuk seorang anak perempuan. Inisialnya “ALA”, sebuah rangkaian yang sama sekali belum pernah terpikirkan sebelumnya. Padahal, dalam kondisi saat ini saya bahkan belum memiliki suami. Ironis sekaligus menggelitik, bagaimana mungkin pikiran ini melahirkan “ide” tentang nama anak di tengah realitas yang masih jauh dari sana.
Entah kelak, ketika waktu itu benar-benar tiba, nama ini akan berjodoh dengan anakku atau tidak. Saya pun tidak tahu. Rasa penasaran sempat membawa saya mencarinya di Google, dan ternyata belum ditemukan seorang pun yang menggunakan nama tersebut. Di sini pun saya hanya berani membagikan inisialnya saja, ada perasaan ingin menyimpannya rapat-rapat, seolah takut jika nama itu lebih dulu diambil orang lain. Bukan karena berlebihan, melainkan karena ada harapan sederhana di baliknya: saya ingin nama itu tetap unik, berdiri sendiri, sebagaimana nama yang kini saya miliki, yang sejak awal sudah menjadi bagian dari identitas dan cerita hidup saya.

Rabu, 24 Desember 2025

Isi

Rasi buat berisi
Rasa penuh puisi
Rusa tak dimiliki
Resi sebagai bukti

Tapi buat menepi
Tipo penuh sekali
Tepi sudah di sini
Tipu mendominasi

Lama tak mengira
Lima jam tak guna
Lema buat dilema
Lemu bakti caraka

Jauh

Dia ingin didengarkan
Tapi begitu menyakitkan
Tiada lagi dipikirkan
Jauh dari jangkauan

Dia ingin didengar
Tapi begitu sangar
Tiada kata samar
Jauh dari sabar

Dia ingin
Tapi dingin
Tiada angin
Jauh batin

Selasa, 23 Desember 2025

Ingat

Tolong ingat sendiri
Agar tak antipati
Hitung dengan jemari
Kapan harus berdiri

Tolong ingat perlahan
Agar tak berlebihan
Hitung semua ujaran
Kapan harus dihentikan

Tolong ingat secukupnya
Agar tak berbahaya
Hitung batas rasa
Kapan harus berdaya

Satu

Satu kata
Sepanjang masa
Takkan berubah pola
Hingga revisi tiba

Satu kali
Sepanjang sesi
Takkan berubah visi
Hingga diakhiri

Satu aturan
Sepanjang jalan
Takkan berubah aliran
Hingga dihentikan

Rabu, 10 Desember 2025

Sepadan

Apakah sepadan
Semua yang dilakukan
Atas nama ikatan
Bukanlah kewajiban

Apakah setimbang
Semua yang dipegang
Atas nama seorang
Bukanlah barang

Apakah sebanding
Semua yang diiring
Atas nama pusing
Bukanlah runding

Penat

Iya tapi enggan
Semua karena bosan
Bukan tanpa alasan
Sudah terluka perasaan

Iya tapi sulit
Semua karena pahit
Bukan tanpa spirit
Sudah terlalu sakit

Iya tapi berat
Semua karena penat
Bukan tanpa niat
Sudah begitu sekarat

Selasa, 09 Desember 2025

Koma

Titik tanpa koma
Dia tanpa jeda
Letih bersuara
Telinga tiada guna

Seru tanpa tanya
Dia punya rencana
Letih sudah biasa
Tak punya suara

Kata tanpa rasa
Dia punya dunia
Letih tak bermakna
Pintaku tiada

Minggu, 07 Desember 2025

Gemilang

Hujan yang sementara
Buatmu diam agak lama
Menanti sedia kala
Cerah berirama

Hujan yang datang
Buatmu terlihat malang
Menanti sinar berulang
Cerah gemilang

Hujan yang lalu
Buatmu sangat sendu
Menanti semangat baru
Cerah merangkulmu

Rabu, 03 Desember 2025

Takar

Cinta siapa lebih besar
Tak dapat ku takar
Dari kata yang keluar
Dari laku yang tergambar

Cinta siapa lebih tulus
Tak dapat ku dengus
Dari kata yang bagus
Dari laku yang halus

Cinta siapa lebih murni
Tak dapat ku teliti
Dari kata yang berbunyi
Dari laku yang terpatri

Terampil

Kami tak berharap
Tapi rasaku terlalu mantap
Apa yang dihadap
Tak sanggup buat kau menetap

Kami tak bersuara
Tapi semua itu nyata
Apa yang dirasa
Tak sanggup buat kau iba

Kami tak memanggil
Tapi rasanya begitu ganjil
Apa yang tampil
Tak sanggup buat kau terampil

Sabtu, 29 November 2025

Teramat

Rasanya ingin diwarna
Pikirnya mengolah makna
Telinga yang ada dua
Mendengar berbagai cerita

Rasanya ingin bersantai
Pikirnya tak henti mengurai
Mata yang merindu damai
Mendengar beragam sorai

Rasanya teramat ingin
Pikirnya terpaksa dingin
Mata yang sempat berangin
Telinga penderma batin

Senin, 24 November 2025

Tindak

Mata yang bicara
Harusnya tahu dari mana
Dari tindak yang serupa
Seolah semua mangsa

Mata yang berucap
Harusnya bisa ditangkap
Dari laku yang tersingkap
Seolah langit didekap

Mata yang berujar
Harusnya membuat sadar
Dari laku terpancar
Seolah semua wajar

Timbang

Ketika pilihan tersedia
Membuat sakit kepala
Rasa sebagai manusia
Kembali dicoba

Ketika pilihan berdampak
Membuat pusing otak
Sebagai makhluk bijak
Kembali diuji tindak

Ketika pilihan tersaring
Membuat kepala pening
Sebagai makhluk berakal bening
Kembali timbang beriring

Jumat, 21 November 2025

Sepaket

Arti sepaket makanan
Bukan sekadar pemberian
Inilah wujud perhatian
Dari seorang teman

Arti sebuah kunjungan
Bukan sekadar papasan
Inilah wujud dukungan
Dalam tali persahabatan

Arti sebuah pertemuan
Bukan sekadar sapaan
Inilah jejak perbuatan
Yang menjadi kenangan

Kitten

Kucing kecil dikira tisu
Beginilah hari-hariku
Buah tak pernah mengadu
Takdir tingkat perunggu

Kucing kecil tengah jalan
Beginilah keseharian
Buah duduk bersebelahan
Takdir dari pencapaian

Kucing kecil tak berbunyi
Beginilah setiap hari
Buah duduk menemani
Takdir kelas teri

Akhir

Bertahun-tahun dihabiskan
Bersamanya tanpa tujuan
Dirimu berusaha bertahan
Ternyata berujung perpisahan

Bertahun-tahun menanti
Berharap dia datang ke sini
Dirimu percaya janji
Ternyata dia gagal menepati

Bertahun-tahun percaya
Bisa bersama hingga renta
Dirimu termakan kata
Ternyata dia sirna

Niat

Kita nyatanya jauh
Seperti tak tersentuh
Sebelum menjadi sepuh
Adakah niat kembali utuh?

Kita nyatanya berubah
Seperti berbeda sekolah
Sebelum semua lumrah
Adakah niat kembali singgah?

Kita nyatanya jarang
Seperti pernah perang
Sebelum menjadi usang
Adakah niat kembali pulang?

Kamis, 20 November 2025

Tools

Baris-barisku hilang
Pusing bukan kepalang
Kini tak lagi terang
Butuh melodi riang

Baris-barisku sembunyi
Pikirku ada di sini
Satu per satu ku teliti
Ada yang pergi

Baris-barisku ke mana
Pikirku melanglang buana
Semua tools dicoba
Mungkin kurang doa

Minggu, 16 November 2025

Kutipan

Tak pernah terlintas dalam pikiran
Tulisan itu menjadi kutipan
Dulu hanya ada harapan
Selesaikan demi masa depan

Tak pernah terpikir dalam benak
Tulisan itu jadi konsumsi khalayak
Dulu tak mengharap banyak
Selesaikan demi berganti babak

Tak pernah terbayang sebelumnya
Tulisan itu menginspirasi mereka
Dulu hanya ingin sederhana
Selesaikan demi jiwa yang berdaya

Jumat, 14 November 2025

Aduh

Lagi-lagi membuat aduh
Bagaimana bisa bertumbuh
Bukannya hendak mengeluh
Fungsinya jadi tak utuh

Lagi-lagi membuat dilema
Bagaimana bisa berdaya
Bukannya mengolah makna
Fungsinya diubah paksa

Lagi-lagi membuat berang
Bagaimana bisa menang
Bukannya berpikir panjang
Fungsinya akan hilang

Senin, 10 November 2025

Uji

Lagi-lagi dia berbunyi
Seakan ikut uji nyali
Apabila lemah hati
Tak sanggup berdiri

Lagi-lagi dia bernada
Seakan ikut lomba
Apabila lemah jiwa
Tak sanggup bersuara

Lagi-lagi dia bergetar
Seakan ingin didengar
Apabila kurang sabar
Tak sanggup berpikir wajar

Minggu, 09 November 2025

Acara

Dia punya acara
Dia yang memaksa
Jadi ini semua
Untuk siapa

Dia gagal menunggu
Dia merasa jadi tamu
Dia butuh perunggu
Dia lupa waktu

Kami selalu hebat
Kami cukup taat
Kami enggan berdebat
Kami sangat kuat

Rongga

Angin telah masuk rongga
Tiada tempat tersisa
Hati yang mendamba
Seketika melupa

Angin tak kunjung pergi
Tiada tempat tuk dihuni
Hati yang ingin kembali
Seketika hening lagi

Angin tak jua lepas
Tiada tempat tuk bernapas
Hati yang telah pas
Seketika tinggal ampas

Selasa, 04 November 2025

Pudar

Simpul yang engkau buat
Sampai kapan akan mengikat
Apakah benar telah erat
Cobalah lihat lebih dekat

Simpul yang pernah ada
Masihkah mengikat rasa
Jauh kini engkau menggema
Tak bisakah berlaku sama

Simpul yang memudar
Apakah nanti membuat sadar
Ingat dulu sewaktu lapar
Di manakah tempat bersandar

Simpul

Memiliki
Seperti tak memiliki
Merasa sangat memiliki
Siapa sebenarnya yang memiliki?

Garis itu terlihat jelas
Namun dia membuat batas
Entah siapa yang atas
Pasti meninggalkan bekas

Entah itu benar simpul
Kenapa semua seakan tumpul
Apakah harus dipukul
Agar tak sendiri memikul

Sabtu, 01 November 2025

Terkapar

Niat di hati
Kapan jadi aksi
Lelah menyesali
Terjerat dalam emosi

Niat di dada
Kapan jadi nyata
Lelah berupaya
Tersandung dalam dosa

Niat ke depan
Kapan bisa berjalan
Lelah di persimpangan
Terkapar tanpa harapan

Rencana

Rencana tak terbatas
Padahal hanya selembar kertas
Segala yang dibahas
Masih menunggu tuntas

Rencana tak bertepi
Padahal hanya secuil janji
Semua terasa mimpi
Menanti sampai pasti

Rencana tak berujung
Padahal cuma sebilah payung
Semua terasa buntung
Menunggu datang beruntung

Rabu, 29 Oktober 2025

Degup

Terasa begitu cepat
Degup kian mendekat
Rasanya ingin melompat
Sungguh penuh sekat

Terasa begitu lama
Cahaya tetap menyala
Masih dalam irama
Sungguh penuh doa

Terasa begitu terang
Pikir meniti jurang
Masih dalam juang
Sungguh penuh bimbang

Terbaik

Kami lakukan yang terbaik
Walau tiada yang melirik
Karena setiap titik
Menjadi bagian yang unik

Kami berusaha keras
Walau tiada berbalas
Karena setiap langkah tegas
Menuntunmu ke atas

Kami berikan yang maksimal
Walau hasil tak selalu ideal
Karena setiap perjuangan total
Menjadi jejak yang kekal

Rabu, 22 Oktober 2025

geo_me_tiri

Ini adalah lingkaran
Aku berada di luar
Ini sesuai tujuan
Aku masih menalar

Ini adalah persegi
Aku tak punya sisi
Ini menyisakan iri
Tak turut mengisi

Ini adalah segitiga
Aku lebih dari lima
Ini sudah rencana
Aku masih bernada

Senin, 20 Oktober 2025

Dua Belas Angka

Tiga hari sebelum mati
Dia muncul sendiri
Padahal tak dicari
Pikirku sampai di sini

Tiga hari sebelum habis
Dia muncul dengan manis
Padahal tak ambis
Pikirku amat tipis

Tiga hari sebelum batas
Dia muncul dengan tegas
Padahal hanya sekilas
Pikirku pupus di alas

Jumat, 17 Oktober 2025

Alasan

Dia tampak biasa
Seperti pada umumnya
Kenikmatan yang diterima
Dibuang sia-sia

Dia begitu cantik
Tapi tak begitu baik
Bulu mata yang lentik
Memacu egonya naik

Dia mencari alasan
Mendua dalam kesunyian
Dia selalu meragukan
Segala bentuk ketulusan

Kamis, 16 Oktober 2025

Suara

Suara kecil dari sana
Mengukir banyak tanya
Apa ada ruang jeda
Atau hanya buah telinga

Suara kecil di malam hari
Mengukir tanya otak kiri
Apa ada ruang seni
Atau hanya imajinasi

Suara kecil saat malam
Membuat laku terdiam
Apa ada ruang hitam
Atau hanya hati suram

Tanda

Tanda-tanda dari mata
Kini mulai mengganda
Menyerah pada cahaya
Menutup dan membuka

Tanda-tanda sudah kabur
Kini semua tampak melebur
Menyerah pada umur
Lengkung atau bujur

Tanda-tanda sudah berbayang
Kini semua tampak goyang
Menyerah pada petang
Pagi atau siang

Petuah

Dua yang hilang
Bukan tanda sembarang
Petuah dari seberang
Agar semakin garang

Delapan yang ganda
Bukan sembarang tanda
Petuah dari Cina
Agar semakin menyala

Sembilan kotak kehidupan
Bukan sebuah peringatan
Hanya penambah kekuatan
Agar tegap berjalan

Rabu, 15 Oktober 2025

Nama

Mengapa namaku Astri?
Mungkin ada asam di dalamnya
Dalam diri, dalam nama
Hidup mandiri, hidup bersama

Mengapa namaku Astri?
Mungkin ada tiga darma
Pendidikan, penelitian, pengabdian
Itulah tujuan dan jalan

Mengapa namaku Astri?
Mungkin di sana penuh berisi
Jalan panjang dan berduri
Sebelum dipublikasi

Bolehkah?

Bolehkah daku meminta
Sebelum tutup usia
Hapus semua dosa
Yang buatku menderita

Bolehkah daku berharap
Sebelum laku menggenap
Hapus semua gelap
Yang buatku terlelap

Bolehkah daku berserah
Sebelum napas menyerah
Dekatkan diri yang lemah
Pada kasih-Mu yang indah

Samar

Sepertinya dosaku teramat besar
Hingga panggilan-Mu kian samar
Hatiku tak lagi bergetar
Dimanakah cinta yang dulu membakar?

Sepertinya dosaku terlampau banyak
Hingga panggilan-Mu tertutup nyenyak
Hatiku kini berhenti sejenak
Dimanakah dulu tempat berpijak?

Sepertinya dosaku sebesar samudera
Hingga panggilan-Mu seakan mendera
Hatiku tak lagi mengiba
Dimanakah cinta yang dulu menyala?

Rabu, 08 Oktober 2025

Standar

Ini begitu biasa
Apakah sungguh berdaya guna
Jika dilihat dengan mata
Tak ada yang istimewa

Ini standar minimal
Apakah cukup bermakna total
Jika dilihat dengan mental
Tak ada yang ideal

Ini langkah sederhana
Apakah cukup memberi warna
Jika dilihat menggunakan pola
Tak ada yang sempurna

Minggu, 05 Oktober 2025

Bicara

Bicara pada hati
Jangan kau ikut meninggi
Walau lelah sudah kaki
Takkan lupa memberi arti

Bicara pada benak
Jangan kau ikut membentak
Walau lelah beranak pinak
Takkan lupa membuat jejak

Bicara pada mata
Jangan kau ikut mencela
Walau lelah tiada rupa
Takkan lupa memberi warna

Selasa, 16 September 2025

Perkakas

Aku ditemani segelas
Agar selalu waras
Dengan setumpuk tugas
Selayaknya perkakas

Aku bersama hitam
Bukan berarti kelam
Semua yang menghujam
Tak perlu menjadi dendam

Aku telah menyeduh
Berharap selalu teduh
Apapun yang ku sentuh
Kegembiraan tetap terunduh

Jumat, 12 September 2025

Terhenti

Jika saat itu waktu tak berhenti
Mungkin tak perlu tuk merajut hati
Mencari hingga ke tepi
Semangat untuk bangkit kembali

Namun nyatanya langkah terhenti
Dedaunan yang gugur sunyi
Kukira luka akan sembuh sendiri
Tapi perihnya masih menghuni

Dalam diam kutata mimpi
Meski semu, tetap dinikmati
Sebab dari patah, kutemukan arti
Bahwa jatuh pun bisa berarti


Selasa, 02 September 2025

Sutra

Aku gagal melihatnya
Segi empat penuh warna
Pikirku melanglang buana
Ke mana dia bermuara

Aku gagal mengingatnya
Tiga dimensi penuh cahaya
Pikirku mulai mengangkasa
Ke mana dia bersuara

Aku gagal menemukannya
Dua lingkaran pencuci mata
Pikirku jauh dari kira
Ke mana dia berselimut sutra

Minggu, 10 Agustus 2025

Celah

Tampak seperti merah
Lukisan dari celah
Bingkisan dibalik cerah
Penutup hari yang indah

Bisa jadi itu kuning
Tanya mulai beriring
Membuat suasana hening
Seketika jadi pusing

Remang di penghujung petang
Memancingnya tuk menghilang
Menyisakan bayang-bayang
Jadi selayang pandang

Sabtu, 09 Agustus 2025

Percik

24 jam tidaklah cukup
Tuk bergerak dalam lingkup
Ketika kini mulai meredup
Manakah percik pemacu hidup?

24 jam sangatlah kurang
Tuk bergerak membawa bintang
Ketika kini lelah benderang
Manakah percik pemacu terang?

24 jam begitu cepat
Tuk bergerak dalam sekat
Ketika kini mulai penat
Manakah percik pemacu semangat?

Musim

Musim akan berganti
Ada masanya datang dan pergi
Apabila telah terlilit tali
Sulit tuk melepaskan diri

Musim terus berubah
Ada kalanya datang dan singgah
Apabila terus dipapah
Sulit tuk cerah

Musim mengubah warna
Ada cerita di setiap jeda
Apabila masih mengiba
Sulit tuk merenda asa

Pangkas

Ketika tampak bertunas
Aku siap untuk memangkas
Agar semua lebih lepas
Bisa bergerak dengan bebas

Ketika mulai bercabang
Aku siap mengubah panjang
Agar tampak lebih terang
Bisa bergerak tanpa bayang

Ketika musim berganti
Aku siap menyambut hari
Agar tampak lebih berseri
Bisa bergerak tanpa permisi

Jumat, 08 Agustus 2025

Terkulai

Lagi lagi dia tergores
Tiada mengerti proses
Ingin rasanya ikut protes
Tak satu pun mau mengakses

Lagi lagi dia terkulai
Lakunya dianggap lalai
Padahal hatinya tergerai
Menahan yang tak terurai

Lagi lagi dia rusak
Lakunya menjadi sajak
Padahal kini berpetak
Hanya saja tak tampak

Senin, 04 Agustus 2025

Terkadang

Aku dan ketidaktahuan
Terkadang beriringan
Bisa jadi kehujanan
Atau kepanasan

Aku dan keinginan
Terkadang tak sejalan
Bisa jadi pertemuan
Atau perpisahan

Aku dan bayangan
Terkadang bersinggungan
Bisa jadi depan
Atau ketinggalan

Kamis, 31 Juli 2025

Kenangan

Saat ku merelakan
Kamu punya kesempatan
Merasakan kebahagian
Sebuah pegangan

Saat ku merelakan
Kamu pun meninggalkan
Merasakan pencapaian
Sebuah penyesalan

Saat ku merelakan
Kamu pun kehilangan
Merasakan pelajaran
Sebuah kenangan

Dadah

Tunggu sampai menyesal
Tetap ku tinggal
Kau hitung sampai sengal
Takkan kasihku tinggal

Tunggu sampai parah
Tetap ku "dadah"
Kau hitung sampai lelah
Takkan kasihku betah

Tunggu sampai hampa
Tetap ku tiada
Kau hitung sampai luka
Takkan kasihku menyapa

Minggu, 27 Juli 2025

Putih

Bangun karena bersedih
Akibat tema memutih
Hati terasa perih
Hidup kembali tertatih

Bangun karena duka
Akibat tertanam kata
Hati terasa hampa
Hidup kembali ditata

Bangun karena mimpi
Akibat masa terhenti
Hati terasa pergi
Hidup kembali sepi

Kamis, 24 Juli 2025

Tikus

Tikus tiga ekor
Kini mulai tersohor
Keahliannya mendekor
Hingga tampak glamor

Tiga ekor tikus
Kini mulai rakus
Keahliannya mendengus
Hingga tampak bagus

Tikus ada tiga
Kini mulai bergaya
Keahliannya berkata
Hingga tampak wibawa

Ingkka

Berbicara seperlunya
Menghemat kata demi usia
Ketika suara tak lagi bermakna
Pucuk dicinta ulam pun tiba

Berlaku seperlunya
Melepas bara demi jiwa
Ketika damai lebih utama
Kadang diam lebih bijaksana

Melangkah seperlunya
Meski gemerlap tampak menggoda
Tak semua cahaya
Benar adanya

Sabtu, 19 Juli 2025

Semilir

Mengharap datang semilir
Agar semarak menuju akhir
Apa yang di dalam pikir
Semoga tak buat terjungkir

Iringan awan yang tampak
Semoga tak buat berdecak
Dalam hati yang retak
Masih tersisa niat yang tegak

Remang yang mulai datang
Semoga tak jadi penghalang
Mungkin tak begitu cemerlang
Tapi janganlah kurang

Rabu, 16 Juli 2025

Gajah, Semut, Tupai

Gajah itu benar di pelupuk
Satu pun tiada mengangguk
Meski telah hiruk pikuk
Akankah mulai terketuk?

Semut itu benar memanjat
Menuju harapan tetap hangat
Dibalik harap yang mencuat
Ada ribuan keringat

Tupai itu benar ahli
Maju terus tanpa henti
Walau katanya akan menepi
Takkan hari sampai di sini

Kamis, 10 Juli 2025

Permulaan

Derap langkah tak terdengar
Mungkinkah karena begitu samar
Tolong jangan sekali menghindar
Ini semua telah terpapar

Jalan berlubang di sekeliling
Jangan buatmu merasa dibanting
Ketika musik tak lagi berdering
Bersyukurlah tak lagi pusing

Pola yang tak beraturan
Jangan pernah disalahkan
Apapun yang muncul di permukaan
Mungkin akan jadi permulaan

Gulita

Saat menutup mata
Gambar itu seperti nyata
Begitulah cerita
Dirimu saat gulita

Saat menutup mata
Semua tersenyum saja
Tanpa kenal satupun rupa
Dirimu bertanya-tanya

Saat membuka mata
Daku dengan seksama
Mendengar per kata
Cerita di kala senja

Selasa, 08 Juli 2025

Angin

Entah kena angin apa
Aku begitu memuja
Padahal begitu biasa
Hingga bisa terpesona

Bisakah jadi angin lalu
Aku berharap begitu
Padahal tertutup pintu
Masih saja merindu

Akankah ada angin segar
Mata kembali berbinar
Padahal mulai pudar
Berharap selalu mekar

Jumat, 04 Juli 2025

Garis

Garis itu mulai terlihat
Tanda waktu sudah lewat
Walau ini terasa singkat
Cukup sebagai pengingat

Garis itu masih kelihatan
Tanda waktu terus berjalan
Walau ini terasa pelan
Cukup menuntun ke tujuan

Garis itu semakin banyak
Tanda waktu terus beranjak
Walau raga mulai retak
Cukup hati tetap tegak

Kamis, 26 Juni 2025

Bergelimang

Kau tampak senang
Duniamu terasa bergelimang
Membuat sejumlah kenang
Agar semakin terang

Kau tampak bahagia
Duniamu terasa surga
Membuat sejumlah figura
Agar semakin bangga

Kau tampak puas
Duniamu terasa pantas
Membuat sejumlah batas
Agar semakin lepas

Luka

Yang lain berkata
Kau bagus di rupa
Tapi bagiku beda
Kau pembuat luka

Yang lain berujar
Kau sangat wajar
Tapi bagiku putar
Kau pembuat cemar

Yang lain bertutur
Kau sangat jujur
Tapi bagiku hancur
Kau pembuat mundur

Selasa, 24 Juni 2025

Kisi

Apa hendak ditulis
Yang tampak hanya garis
Beragam telah ditepis
Namun tetap kritis

Apa hendak diketik
Yang tampak hanya titik
Beragam telah dibalik
Namun tetap terusik

Apa hendak diisi
Yang tampak hanya kisi
Beragam telah di tepi
Namun tetap begini

Api

Api telah menyala
Tanda kata punya makna
Penghancur suasana
Di antara kita

Api telah dikirim
Tanda kata perlu salim
Penyembuh iklim
Pada hati bermusim

Api telah padam
Tanda kata tanpa diam
Penyembuh malam
Pada hati suram

Efek

Bisa jadi efek kopi
Hingga mendidih begini
Bukannya sekali
Kata tak bertepi

Bisa jadi efek membaca
Hingga ke udara
Bukannya tanpa mata
Kata dengan serta

Bisa jadi efek menunggu
Hingga jadi kelabu
Bukannya cukup satu
Kata mengasah pilu

Senin, 23 Juni 2025

Tanda Tangan

Ketika lupa tanda tangan
Pikir kini mulai berangan
Saat harap di genggaman
Apakah hanya jadi kenangan?

Ketika lupa tanda
Pikir kini menerka
Saat harap gagal nyata
Apakah hanya jadi cerita?

Ketika lupa arah
Pikir pun mulai lelah
Saat jejak hilang sudah
Apakah hanya jadi kisah?

Mana

Ketika sudah mulai tua
Satu satu lupa rencana
Berjalan pun kini lama
Satu dua tiga

Ketika sudah lanjut
Satu satu lupa turut
Berjalan pun kerap sangkut
Satu dua luput

Ketika sudah renta
Satu satu lupa cerita
Berjalan pun sambil meraba
Satu dua mana

Minggu, 22 Juni 2025

Samar

Hampir tak terdengar
Katanya begitu samar
Pikir penuh ingin keluar
Rasanya sudah berakar

Suaranya begitu cepat
Katanya seperti kilat
Pikir penuh ingin mencuat
Rasanya sudah terikat

Bunyinya tak satu satu
Katanya sungguh menyerbu
Pikir penuh ingin berlalu
Rasanya sudah membeku

Kamis, 19 Juni 2025

Kenang

Yang harus dibuang
Mengapa terus terkenang
Dirimu bukanlah kumbang
Bebas pergi datang

Yang harus dilupa
Mengapa terus menyapa
Dirimu bukanlah raja
Bebas sini sana

Yang harus lenyap
Mengapa terus menetap
Dirimu bukanlah pelengkap
Bebas lepas tangkap

Tiada Kesempatan

Yang terpaksa dilewatkan
Dan harus diikhlaskan
Ketika datang tawaran
Sungguh tiada kesempatan

Yang terpaksa dilepas
Dan harus menarik napas
Ketika datang kipas
Sungguh tiada pas

Yang terpaksa ditinggal
Dan harus membuat kesal
Ketika datang tanggal
Sungguh tiada bekal

Jumat, 13 Juni 2025

Empat Lima

Entah empat entah sembilan
Siapa sempat siapa berjalan
Entah lima entah sepuluh
Siapa terima siapa mengeluh

Entah satu entah dua
Siapa tahu siapa berduka
Entah tiga entah empat
Siapa menduga siapa mendapat

Entah lima entah enam
Siapa terima siapa mendendam
Entah tujuh entah delapan
Siapa gaduh siapa terdepan

Kamis, 12 Juni 2025

Kelinci

Kelinci di penghujung hari
Menatap gawai mencari arti
Akankah hari tetap berseri
Saat kembang tak lagi mewangi

Kelinci di tengah cerita
Menatap gawai mencari makna
Akankah hari tetap merona
Saat lagu tak lagi menggema

Kelinci di perbatasan
Menatap gawai mencari gagasan
Akankah hari tetap berkesan
Saat hilang semua alasan

Minggu, 01 Juni 2025

Ular

Begitu daku lewat
Sungguh dia tak terlihat
Saat pintu tertutup rapat
Sosoknya hadir bukan hikayat

Begitu daku ingin kembali
Harus melihat kanan kiri
Menghitung kemungkinan yang terjadi
Hidup atau mati

Begitu daku berhasil selamat
Ada tanya yang tersemat
Bagaimana dia mendekat
Sungguh tanpa isyarat

Keju

Kucing makan keju
Tikus minta satu
Kucing bilang tak mau
Tikus pun mulai mengadu

Ia pergi ke burung hantu
Yang bijak di atas kayu
Burung bilang dengan syahdu
Berilah sedikit bagianmu

Kucing malah makin cemburu
Tolong jangan suka mengganggu
Tikus lari menggerutu
Seluruh dunia jadi tahu

Kucing atau Tikus

Merawat kucing atau tikus
Yang mana menjadi fokus
Jika dilihat dari status
Terlihat mana yang khusus

Merawat tikus atau kucing
Yang mana bikin pusing
Jika didengar dari dering
Terlihat mana yang penting

Kucing dan tikus lewat
Yang mana lebih lekat
Jika diendus dari dekat
Terlihat mana yang rapat

Dua dan Tiga

Angin berhembus tiba-tiba
Langsung menusuk ke dalam dada
Sebesar itu rasa cintanya
Hingga lupa dua dan tiga

Angin berhembus tak berbunyi
Langsung menusuk sanubari
Cintanya bukan tuk dibagi
Hingga lupa semua janji

Angin berhembus saat terang
Langsung menabuh  genderang
Cintanya hanya tuk seorang
Pilu hati tak terbayang

Jumat, 23 Mei 2025

Ekstra

Mulai dari mana
Sepertinya salah semua
Dua ribu dua lima
Meninggalkan cerita

Salahnya di mana
Sudah tahu sebelumnya
Hanya saja
Butuh kekuatan ekstra

Bukan sengaja
Hanya tak berdaya
Saat bertatap muka
Rasanya luar biasa

Kamis, 22 Mei 2025

Kapalku

Kapalku teruslah berlayar
Arungi dunia bersama sinar
Apabila hampir habis sabar
Ingatlah kala mata berbinar

Kapalku teruslah bertahan
Lawan badai di permukaan
Apabila layar koyak perlahan
Ingatlah janji di permulaan

Kapalku teruslah melaju
Lawan arus yang membelenggu
Apabila arah tampak semu
Ingat tujuan yang dituju

Mata

Mata yang tak awas
Janganlah membuat was-was
Apabila telah lawas
Cukuplah selalu mawas

Mata yang kini kabur
Janganlah membuat guntur
Apabila telah uzur
Cukuplah bersyukur

Mata yang tak sehat
Janganlah membuat penat
Apabila telah lewat
Cukuplah hati selalu kuat

Sikap

Manusia cuma berencana
Niat pagi, siang terlaksana
Berbekal sebuah wacana
Dibalut suasana

Manusia cuma berharap
Niat baik bisa ditangkap
Berbekal sebuah sikap
Dibalut dengan tanggap

Manusia cuma berpikir
Niat baik tak berakhir
Berbekal sebuah zikir
Dibalut takdir

Serasa

Kepala mulai sakit
Menghimpun yang sedikit
Ini terlalu rumit
Kapan jadi bukit?

Kepala serasa pecah
Menghimpun yang jengah
Ini terlalu lelah
Kapan jadi indah?

Kepala mulai mengambang
Menghimpun yang terbang
Ini terlalu goyang
Kapan jadi tenang?

Sabtu, 17 Mei 2025

Rotasi

Bersinar dan redup
Begitulah hidup
Kadang tak sanggup
Hingga ingin menutup

Redup dan bersinar
Begitulah walau sebentar
Kadang tak belajar
Hingga ingin menghajar

Dia terus berotasi
Begitulah selama ini
Kadang tak sanggup lagi
Hingga ingin berhenti

Tulang

Harusnya ku bawa tulang
Agar tak mulai perang
Demi bisa terpandang
Di saat pulang

Harusnya tulang itu lagi
Agar tak mulai grogi
Demi bisa bernyali
Pulang dari sini

Harusnya tulang dibawa
Agar tak mulai papa
Demi bisa berguna
Membawa nama

Manusiawi

Mengapa begitu manusiawi
Bukankah aku malaikat?
Merasa tak adil sana sini
Satu pun tiada ku dapat

Mengapa begitu egois
Bukankah aku bidadari?
Mudah sekali menangis
Satu pun tiada bersimpati

Mengapa begitu jahat
Bukankah aku ibu peri
Mudah sekali menghujat
Walau di dalam hati

Pertanyaan

Pertanyaannya sungguh biasa
Dijawab seenaknya
Semangat yang jadi perkara
Jauh dari sisinya

Semangatnya kini lupa pulang
Sebab ada yang ditimang
Sungguh tak dapat ditimbang
Hati menjadi bimbang

Ingin daku berkata
Ingatlah pada asalnya
Tapi itu percuma
Telinga ada di mana

Sirkus

Berbagi fokus
Hingga tak serius
Gagal dapat seratus
Poin pun minus

Bukan karena rakus
Tapi begitu lurus
Semua ingin bagus
Siapa hendak mengurus?

Masih dalam radius
Sering menjadi modus
Mirip seperti sirkus
Tak jua mendapat bonus

Berlian

Ketika emas tak terlihat
Hanya cemas yang didapat
Kedua tangan melekat erat
Hati ini masih tersesat

Masih di tempat yang sama
Aku menunggu dengan seksama
Sekali lagi dia tak berima
Menjeratku dengan sengaja

Kerap kali ku katakan
Masih ada itu berlian
Coba kau usap perlahan
Semua akan kelihatan

Tiga Masa

Saat matahari sepenggalah naik
Angin menyapa bulu mata yang lentik
Seketika membuatku berbisik
Takdir manakah yang membuatku memekik?

Saat matahari tepat di atas kepala
Usaha itu jadi sia-sia
Memang telah ada pertanda
Namun bakti seluas samudera

Saat matahari telah tenggelam
Ku tarik napas dalam-dalam
Melatih hati agar tak dendam
Terkubur bersama malam

Senin, 05 Mei 2025

Setelah April

Menikmati hal-hal kecil
Hatiku memang terampil
Memberdayakan pensil
Setelah April

Mengenang cerita lama
Hatiku tak berdaya
Memaku pigura
Setelah semua

Memberi beberapa bumbu
Hatiku tak mampu
Menyediakan perahu
Setelah itu

Jumat, 02 Mei 2025

Berputar

Daku masih berputar
Karena rindu tak jua kelar
Berharap cemas segera buyar
Tapi daku tak bisa keluar

Hati ingin semua bubar
Karena sudah dibatas sabar
Layaknya kapal dan layar
Bersama menuju sinar

Hingga kini mencari fajar
Saat lelah daku berujar
Apakah ini telah sejajar
Hanya terlihat samar

Kamis, 17 April 2025

Kenyataan

Aku pernah memberikan jawaban
Tanpa pernah mendapat balasan
Hidup terus berjalan
Hati terus mengharap kebaikan

Kisah ini benar kenyataan
Ini bukan suatu kiasan
Dari pagi tanpa bosan
Melakukan sesuai ajaran

Apabila kini tak kudapatkan
Dan masih tak beraturan
Satu persatu mulai dibersihkan
Agar selalu jernih pikiran

Jumat, 04 April 2025

Empat Empat

Empat bulan empat
Bolehkah aku terpikat?
Padanya yang tak dekat
Memancingku tuk bermunajat

Dua ribu dua lima
Bolehkah aku memiliki asa?
Padanya yang tak lama
Singgah tuk menyapa

Hari kelima bulan syawal
Bolehkah ini menjadi awal?
Padanya yang tak begitu kenal
Menuju halal

Sabtu, 29 Maret 2025

Menempel

Untuk ke sekian kali
Tanpa alas kaki
Kaca yang ini
Datang kembali

Untuk ke sekian pula
Menempel dengan sempurna
Hingga meninggalkan noda
Seperti biasa

Untuk ke sekian minggu
Seakan dia merindu
Menancap hingga membiru
Rasa hancur jiwaku

Menguning

Ternyata benar,
Aku memang sendiri
Terkadang sadar,
Namun akhirnya lupa lagi

Hati yang tercemar
Seakan bening
Wajah yang berbinar
Nyatanya menguning

Pikirku lelah
Rasaku terluka parah
Aku memerah
Tertancap panah

Selasa, 21 Januari 2025

Tawanya

Tertawanya dulu samar
Kini mulai keluar
Dulu terkunci di kamar
Kini mulai tersiar

Tertawanya kini terdengar
Jauh hati tertampar
Garis yang dulu pudar
Tampak makin terpancar

Tertawanya makin besar
Layaknya sebuah mercusuar
Apakah akan berputar
Tak mungkin jika tertukar

12D

Dia, kucing jalanan Datang meminta makan Dengan begitu perlahan Diam saat berjalan Dia, burung gereja Datang di saat senja Demikian hingga l...