Rabu, 19 Oktober 2016

Aku Bahkan Menyimpan Foto Pacarmu!

Lihat!
Pasir yang setiap hari ku ambil akhirnya membukit. Tak sempat menggunung, dia langsung menyemburkan isi yang ada di dalam layaknya gunung yang kita sayangi sepanjang masa. Pasir itu berhamburan kemana-mana diterjang badai. Badai yang tak pernah diharapkan. Badai yang tak pernah dipikirkan. Aku tak mungkin membangun hal yang sama sebanyak dua kali, PEMBOROSAN! Ada banyak waktu dan tenaga yang habis. Cukup sampai di sini. Aku hanya memperhatikan sekeliling, mengikuti jejak yang akan ku lupakan. Aku hanya akan mengingatnya hari ini, dan melupakannya esok hari. Ku telusuri jalan-jalan pasir itu, ku dapati bukti yang jelas. Ternyata, semut itu tak sendirian. Dia berjalan beriringan. Ku simpan potret itu untuk sementara, mungkin saja barangkali nanti aku lupa kalau hari ini itu ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tumbang

Seketika daku tumbang Padahal siap perang Senjata kini terpasang Ragu pun telah dibuang Seketika daku lemas Padahal sudah berkemas Senjata t...