Kitalah yang berada di jalan itu
Jalan yang lurus
Jalan yang tampak biasa saja
Namun banyak durinya
Kita terlanjur di sini, nak!
Tak bisa berhenti
Tak ada istilah balik kanan.
Kita hanya bisa maju jalan
Lihat rambu-rambu di sekeliling
Lihat orang tak punya feeling
Kita kecewa, nak!
Tapi mereka biasa saja
Kita hanya bisa maju
Hanya bisa menunggu
Sebuah persimpangan
Membawa kita ke jalan kemenangan
Di manakah akhir dari jalan ini?
Pelan pelan berjalan
Berharap sakit bisa ditahan
Andai janjiku di segerakan
Pasti terukir senyuman
Walau di pemberhentian
Akan terasa sakit keabadian
Tapi itulah suratan
Selasa, 11 Oktober 2016
Begitulah Dunia Memandang Kita, Nak!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bangkai
Bunga-bunga bangkai Mari hitung per tangkai Tiada hendak menggapai Harum yang tak sampai Bunga-bunga bangkai Tumbuh di sunyi lantai Tak perl...
-
Tepatnya hari Jumat, seusai mendownload dan menonton drama Korea yang sedang ongoing, aku berpikir keras untuk melakukan hal yang tidak bia...
-
Adikku pernah membisikkan Kata singkat mematikan Hanya untuk membangunkan Kakaknya di pagi liburan Adikku pernah bersuara Cuma satu kata Ba...
-
Mengumpulkan detik-detik Agar lebih baik Ratusan titik-titik Menemani masa berisik Mengumpulkan kepingan Agar lebih ringan Ratusan angan Men...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar