Dunia yang penuh dengan kesibukan, disitulah aku hidup saat ini. Bernapas, tumbuh, berkembang, berteman, segala hal ku lakukan di sana. Hidup dengan satu alasan yaitu "Untuk Beribadah Kepada-Mu". Ya itu hanya alasan, semoga saja memang benar bahwa aku di akhir hayat adalah umatnya Nabi Muhammad SAW. Yang nanti ketika berjumpa, Beliau bangga kepadaku. Semoga. Terlepas dari itu, aku sejujurnya tak mengerti dengan dunia ini. Apa yang orang harapkan, apa yang orang inginkan, apa yang orang butuhkan, bahkan apa yang orang dapatkan. Pernah suatu ketika aku membaca sebuah cerita tentang seorang guru yang menulis 1 x 5 = 7. Disitulah aku mendapatkan istilah "Begitulah Dunia Melihat Kita". Ada benarnya. Gara-gara hal tersebut aku pun mulai menulis tanpa "label". Entah karena aku tidak tahu tulisan itu termasuk kategori yang mana atau aku terlalu serius dengan dunia. Duniaku, bukan duniamu. Begitulah adanya. Aku tak bisa mengklaim dunia ini untukku karena aku akan kembali. Sejatinya, tulisan ini juga "tanpa label".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Terjebak
Lagi-lagi daku terjebak Semua masih dalam otak Kini tetap gagal bertindak Daku betah menghuni kotak Lagi-lagi daku diam Semua masih dalam ma...
-
Tampak dari muka Senyum tak pernah alpa Kiri kanan disapa Bahagianya dia Tampak dari jauh Senyum selalu penuh Kiri kanan gaduh Bahagianya se...
-
Adikku pernah membisikkan Kata singkat mematikan Hanya untuk membangunkan Kakaknya di pagi liburan Adikku pernah bersuara Cuma satu kata Ba...
-
Mengumpulkan detik-detik Agar lebih baik Ratusan titik-titik Menemani masa berisik Mengumpulkan kepingan Agar lebih ringan Ratusan angan Men...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar